Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kaltim Pacu Cetak Sawah Baru Dorong Swasembada Pangan

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 03:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kaltim Pacu Cetak  Sawah Baru Dorong Swasembada Pangan Doc: Antara
Ket. Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud.

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus memacu program cetak sawah baru dan intensifikasi lahan, untuk mewujudkan swasembada beras sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah serta mendukung Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Target cetak sawah dan optimalisasi lanjutan akan terus digenjot untuk memperluas area produktif petani di berbagai kabupaten, seperti Berau, Paser, Kutai Kartanegara, serta Penajam Paser Utara,” kata Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud di Samarinda, kemarin.

Selain itu, menurut Gubernur, Pemprov Kaltim juga berkomitmen memperketat regulasi perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), memperkuat bantuan sarana dan prasarana bagi para petani, serta mendorong generasi muda untuk melihat sektor pertanian sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan.

Langkah tegas ini diakui Gubernur tidak hanya menjaga kelestarian area persawahan warga, tetapi juga menjamin ketersediaan pangan yang terjangkau, aman, dan mandiri bagi seluruh keluarga di Kaltim.

“Pasokan bahan pangan pokok bagi masyarakat kini menjadi perhatian serius Pemprov Kaltim,” tegas Gubernur. Ia menjelaskan, jika lahan terus berkurang karena beralih fungsi, maka ketahanan pangan makin rentan. “Ini tantangan nyata yang harus kita hadapi dan cegah bersama,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa luas total potensi lahan pertanian Kaltim mencapai sekitar 9,97 juta hektare (ha) dari luas wilayah total sekitar 14,16 juta ha. Jumlah tersebut mencakup lahan sawah dan lahan bukan sawah atau lahan kering/perkebunan.

Sementara itu, khusus Luas Baku Sawah (LBS) Kaltim tercatat sekitar 46.640 ha, dengan lahan sawah aktif atau produktif yang digarap saat ini sekitar 31.104 ha. “Artinya, telah terjadi alih fungsi lahan serta adanya lahan tidak produktif sekitar 15.000 hektare,” sebut Gubernur. Berdasarkan data Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kaltim, angka tersebut terdiri dari alih fungsi lahan seluas 5.300 ha lebih dan lahan tidak produktif mencapai 9.600 ha lebih.

Maraknya alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi kawasan non-pertanian menjadi tantangan terbesar yang mengancam target swasembada pangan Bumi Etam. “Kami berharap para petani tidak mudah menjual lahan. Kecukupan beras dan hasil tani lokal sangat penting agar kita tidak terus-menerus bergantung pada pasokan dari luar daerah,” ungkapnya. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.