Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kisah Unik di Balik Mouse Komputer Pertama Kali Terbuat dari Kayu

📅 Rabu, 15 Apr 2026, 23:17 WIB | Oleh:
Kisah Unik di Balik Mouse Komputer Pertama Kali Terbuat dari Kayu Doc: Jonathan Kitchen/Getty Images

MOUSE komputer, salah satu perangkat keras yang kini hampir tak terpisahkan dari penggunaan komputer, ternyata memiliki sejarah panjang dan menarik. Benda kecil yang membantu pengguna berinteraksi dengan komputer ini pertama kali ditemukan pada tahun 1960-an oleh seorang insinyur bernama Douglas Engelbart. Penemuan ini berawal dari keinginan untuk menciptakan cara yang lebih efisien dalam mengoperasikan komputer, yang pada masa itu masih menggunakan perintah berbasis teks yang rumit.

Douglas Engelbart, yang bekerja di Stanford Research Institute di Amerika Serikat, bersama rekannya Bill English, mengembangkan prototipe pertama mouse pada tahun 1963. Bentuk awal perangkat ini sangat berbeda dengan yang kita kenal sekarang. Mouse pertama terbuat dari kayu dengan dua roda logam di bagian bawahnya. Alat tersebut dinamakan "mouse" karena kabel yang menjulur dari bagian belakangnya menyerupai ekor tikus. Engelbart kemudian mematenkan penemuan ini pada tahun 1970, tetapi pada saat itu teknologi ini belum banyak digunakan secara luas.

20260415231320_mouse.jpeg

Prototipe pertama mouse Douglas Engelbart pada tahun 1963. (Foto: ©APIC)

Baru pada tahun 1980-an, mouse mulai populer setelah perusahaan Apple Computer, Inc. mengintegrasikannya dengan komputer Macintosh. Steve Jobs, pendiri Apple, melihat potensi besar dalam teknologi ini setelah mengunjungi Xerox PARC, sebuah laboratorium penelitian yang telah mengembangkan versi lanjutan dari mouse. Jobs kemudian memutuskan untuk memasukkan mouse sebagai bagian dari sistem operasi berbasis antarmuka grafis (Graphical User Interface/GUI) pada komputer Apple, membuatnya lebih mudah digunakan oleh masyarakat umum.

Seiring berjalannya waktu, teknologi mouse terus mengalami perkembangan. Pada awalnya, mouse menggunakan bola karet di bagian bawahnya untuk mendeteksi gerakan. Namun, teknologi ini sering mengalami masalah seperti kotoran yang menumpuk dan menghambat pergerakan. Untuk mengatasi hal tersebut, muncullah mouse optik pada akhir 1990-an yang menggunakan sensor cahaya untuk mendeteksi gerakan, sehingga lebih akurat dan tidak memerlukan perawatan khusus.

Tak berhenti di situ, inovasi berlanjut dengan hadirnya mouse laser yang menawarkan sensitivitas lebih tinggi, cocok untuk kebutuhan desain grafis maupun permainan komputer (gaming) yang membutuhkan presisi. Selain itu, mouse nirkabel mulai diperkenalkan, memberikan kebebasan bagi pengguna tanpa terganggu oleh kabel. Teknologi Bluetooth dan USB wireless semakin menyempurnakan pengalaman pengguna, menjadikan mouse lebih praktis dan nyaman digunakan di berbagai situasi.

Di era modern ini, mouse tidak hanya berfungsi sebagai alat navigasi, tetapi juga telah dilengkapi dengan fitur-fitur canggih seperti tombol tambahan, sensor presisi tinggi, dan kemampuan penyesuaian sensitivitas. Beberapa produsen bahkan mengembangkan mouse ergonomis untuk mengurangi kelelahan tangan bagi pengguna yang bekerja dalam waktu lama. Selain itu, perkembangan teknologi sentuh dan gesture control mulai menjadi alternatif baru, meski mouse tetap menjadi pilihan utama di banyak lingkungan kerja dan hiburan.

Meski kini terdapat teknologi layar sentuh dan perangkat lain yang memungkinkan navigasi tanpa mouse, perangkat ini tetap memiliki tempat tersendiri di hati para pengguna komputer. Kepraktisan, kenyamanan, dan presisi yang ditawarkan menjadikan mouse sebagai alat yang sulit tergantikan, terutama dalam aktivitas yang memerlukan kontrol detail seperti pengeditan video, desain grafis, dan bermain game.

Perjalanan panjang dari sebuah perangkat sederhana yang terbuat dari kayu hingga menjadi alat canggih yang mendukung berbagai aktivitas digital menunjukkan betapa inovasi teknologi mampu berkembang seiring kebutuhan manusia. Sejarah mouse komputer menjadi pengingat bahwa penemuan besar sering kali berawal dari ide-ide sederhana yang dikembangkan dengan ketekunan dan visi jauh ke depan.

Kini, dengan berbagai bentuk dan fitur yang beragam, mouse tetap setia menemani perjalanan teknologi komputer, membuktikan bahwa meskipun zaman berubah, beberapa inovasi tetap relevan dan terus berkembang. RRI

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Pemerintah Didesak Benahi K...
Nasional
UMKM Perlu Maksimalkan Mome...
Nasional
RUU Hak Cipta Diharapkan Li...

Jepang-Inggris Fokus Energi Terbarukan

29 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Jepang-Inggris Fokus Energi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.