Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hutan Papua Barat Terancam Eksploitasi, Gerakan Lintas Iman Dorong Perlindungan Berkelanjutan

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hutan Papua Barat Terancam Eksploitasi, Gerakan Lintas Iman Dorong Perlindungan Berkelanjutan Doc: Antara
Ket. Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan (kedua dari kiri) bersama Fasilitator Nasional IRI Indonesia Hening Parlan menunjukkan berita acara penandatanganan peluncuran Chapter IRI Indonesia yang diselenggarakan di Manokwari, Kamis (13/8).

Manokwari - Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia memperluas gerakan kolaborasi lintas iman untuk mewujudkan keadilan ekologis dan memperkuat perlindungan hutan di Provinsi Papua Barat secara berkelanjutan.

Fasilitator Nasional IRI Indonesia Hening Parlan di Manokwari, Kamis (13/8), mengatakan hutan tidak semestinya dipandang hanya sebagai objek, tetapi sebagai bagian dari ciptaan Tuhan yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan.

“Hutan juga berperan sebagai rumah ibadah semua umat beragama. Oleh karena itu, kita semua harus mengutamakan nilai moral dalam merawat hutan,” ujarnya.

Menurut Hening, setiap agama mengajarkan nilai kasih dan melarang tindakan yang dapat merusak kelestarian alam. Nilai tersebut, kata dia, perlu diwujudkan melalui kepedulian bersama agar kehidupan manusia dan alam dapat berjalan selaras.

Ia menilai manusia memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kelestarian hutan, termasuk mencegah penebangan liar dan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.

“Jauh sebelum itu, sudah ada masyarakat adat yang hidup berdampingan dengan alam. Maka, saya ajak komunitas lintas iman berkolaborasi dengan masyarakat adat untuk menjaga hutan,” katanya.

Hening mengatakan perluasan gerakan lintas iman tersebut sejalan dengan komitmen Papua Barat yang telah mendeklarasikan diri sebagai provinsi konservasi dan mendorong pembangunan berkelanjutan.

Menurut dia, gerakan yang diinisiasi IRI Indonesia bukan untuk menghentikan pembangunan di daerah, melainkan mendorong agar pemanfaatan ruang dan lahan dilakukan secara bijaksana dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Kami mau pembangunan berjalan beriringan dengan upaya menjaga hutan, bukan sebaliknya merusak ekosistem hutan,” ujarnya.

Bagian Tidak Terpisahkan

Sementara itu, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan masyarakat adat memandang hutan bukan sekadar sumber daya alam, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas sosial, budaya, spiritualitas, dan kearifan lokal.

Papua Barat, kata dia, memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dan memitigasi perubahan iklim karena kawasan hutannya menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna sekaligus berfungsi menyerap emisi karbon dioksida.

“Agama dan iman tidak boleh berhenti pada ritualitas spiritual di ruang ibadah, tetapi harus hadir dalam kehidupan nyata untuk membentuk etika dan moral dalam menjaga lingkungan,” katanya.

Dominggus mengatakan Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Peraturan Daerah Khusus Nomor 10 Tahun 2019 tentang Pembangunan Berkelanjutan telah berkomitmen melindungi sedikitnya 70 persen ekosistem hutan dan 50 persen wilayah perairan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.