Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengamat: Penertiban Kendaraan ODOL Perlu Pendekatan Adil

📅 Senin, 09 Jun 2025, 15:56 WIB | Oleh:
Pengamat: Penertiban Kendaraan ODOL Perlu Pendekatan Adil Doc: Ditlantas Polda Aceh

JAKARTA - Pemerintah akan terus menertibkan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL/kendaraan berat bermuatan berlebih) di jalan raya. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain melakukan razia gabungan, pembangunan jembatan timbang modern, hingga penindakan administratif dan pidana.

Namun, efektivitas penegakan hukum di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala. Seperti keterbatasan sumber daya pengawasan dan resistensi dari sebagian pelaku usaha angkutan.

Pemerhati Transportasi, Muhammad Akbar, mengatakan penindakan memang penting untuk memberikan efek jera kepada pelanggar aturan. Tapi pendekatan adil juga dibutuhkan agar lebih diterima pelaku usaha.

"Pelanggar memang harus ditindak. Tapi yang taat juga perlu diberi insentif," kata Muhammad Akbar, Senin (9/6).

Menurut dia, selama ini banyak pengusaha sudah berupaya menaati aturan. Mereka mengganti karoseri, mengurangi muatan, hingga membeli kendaraan baru yang sesuai standar.

Sayangnya, kepatuhan yang dilakukan belum mendapat penghargaan yang layak. Insentif yang diberikan masih sebatas ucapan atau apresiasi simbolik.

Menurut Akbar, insentif nyata bisa menjadi motor perubahan. Contohnya pemberian diskon tol, subsidi BBM, atau kemudahan pembiayaan armada baru bagi mereka yang telah menaati aturan.

"Kalau pelanggaran lebih menguntungkan secara ekonomi, orang akan terus pilih menggunakan ODOL," ujar dia.

Insentif seperti ini, sebut Akbar, akan membuat taat aturan menjadi pilihan yang masuk akal.

Pemerintah perlu mendorong ekosistem transportasi yang seimbang. Regulasi yang adil akan membangun budaya patuh dari kesadaran, bukan ketakutan.

Dengan kombinasi sanksi dan insentif, perubahan bisa lebih cepat. Indonesia akan melangkah menuju sistem logistik yang aman dan berdaya saing.

Kendaraan ODOL selama ini dinilai mempercepat kerusakan jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Selain itu, praktik ini menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.