Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wamendagri Dorong Nusa Penida Jadi “Green Island” Terintegrasi

📅 Senin, 16 Feb 2026, 18:37 WIB | Oleh:
Wamendagri Dorong Nusa Penida Jadi “Green Island” Terintegrasi Doc: Dok. Kemendagri
Ket. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto

KLUNGKUNG - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong Nusa Penida menjadi “Green Island” yang terintegrasi berbasis nilai lingkungan. Untuk itu, Ia mengimbau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung mematangkan konsep “Green Island” sebagai arah pengembangan Nusa Penida.

Bima menilai, Nusa Penida memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi wisata berkelanjutan. Ia bahkan menyebut kawasan tersebut sebagai hidden paradise atau surga tersembunyi yang belum sepenuhnya tersentuh.

“Saya ingat dulu waktu saya kecil itu ada komik tentang Nusa Penida. Nah, sekarang begitu ke sini kesan utama saya adalah ini hidden paradise yang belum tersentuh,” ujar dia saat Dialog dan Pemaparan Potensi Wisata Nusa Penida oleh Bupati Klungkung di Seven Dreams Hotel, Kabupaten Klungkung, Bali, Senin (16/2) dalam keterangan tertulisnya.

Menurut dia, gagasan “Green Island” yang dipaparkan Bupati Klungkung I Made Satria merupakan konsep strategis. Ia menekankan, pendekatan tersebut harus disusun secara utuh dan terintegrasi.

Mulai dari pengelolaan sampah, energi terbarukan, hingga pembatasan kendaraan dan penguatan budaya lokal. “Jadi kalau saya sarankan Pak, ini konsep Green Island ini kita matangkan, terintegrasi semua," ujar dia.

"Kemudian dari situ diturunkan, mana yang kita kejar dari pinjaman. Mana yang kita kejar dari korporasi, mana yang dari CSR (corporate social responsibility), mana yang dari investor gitu,” ucap dia.

Bima menyatakan, kesiapan untuk membantu penguatan konsep tersebut, termasuk membuka ruang koordinasi lintas kementerian. Ia juga menekankan pentingnya soliditas jajaran perangkat daerah dalam mewujudkan visi tersebut.

Menurut dia, keberhasilan kepala daerah sangat ditentukan oleh kekompakan dan semangat tim. Bima juga menyoroti pentingnya keterpaduan antara konsep besar tersebut dengan perencanaan tata ruang, termasuk Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Ia mengingatkan agar visi “Green Island” benar-benar terakomodasi dalam perencanaan resmi pemerintah daerah (Pemda). Selain aspek fisik dan infrastruktur, Bima menekankan pentingnya pembangunan sosial dan karakter masyarakat dalam mendukung konsep tersebut. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.