Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dari Potensi Cuan hingga Jam Kerja Fleksibel: 5 Keuntungan Menjadi Nelayan

📅 Senin, 09 Jun 2025, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dari Potensi Cuan hingga Jam Kerja Fleksibel: 5 Keuntungan Menjadi Nelayan Doc: THE CONVERSATION
Ket. Sejumlah nelayan sedang melakukan aktivitas memancing di Pantai Gampong Jawa, Banda Aceh.

Yogi Putranto, Research Agency of Indonesian Maritime Affairs and Fisheries Ministry

Nelayan asal pesisir Cilacap, Jawa Tengah, Amin, hanya pasrah melihat kapalnya yang dulu menjadi sumber mata pencaharian keluarga, terabaikan begitu saja.

Anak laki-lakinya, yang seharusnya melanjutkan usaha melaut keluarga, memilih menjadi pengemudi ojek online di kota.

Cerita yang saya dapatkan langsung dari lapangan ini merupakan gambaran fenomena yang semakin meluas di banyak pesisir Indonesia. Generasi muda semakin enggan mencari nafkah di laut sekalipun berasal dari keluarga nelayan.

Indonesia, dengan lebih dari 17 ribu pulau dan garis pantai sepanjang 1,9 juta kilometer, seharusnya menjadi negara yang kaya akan potensi perikanan.

Namun, sektor perikanan kini menghadapi ancaman serius: menurunnya minat kaum muda untuk menjadi nelayan.

Kaum muda semakin menjauh dari laut

Menurut survei, Generasi Z (Gen Z) kini memilih pekerjaan yang dianggap lebih modern dan bergengsi seperti di sektor teknologi, layanan digital, dan ekonomi kreatif.

Mereka tidak tertarik dengan pekerjaan yang dianggap berat, tidak pasti, dan kurang menjanjikan, termasuk menjadi nelayan. Persepsi sosial yang melekat pada profesi nelayan umumnya adalah pekerjaan kasar, berisiko, dan kurang bergengsi, ditambah lagi penghasilan yang tak seberapa dan tak stabil.

Padahal, anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Banyak keuntungan dan potensi yang bisa didapat dengan menjadi nelayan.

1. Ritme kerja yang fleksibel

Jika zaman sekarang kaum muda mendambakan pekerjaan yang memberikan fleksibilitas waktu kerja, menjadi nelayan bisa jadi salah satu pilihan.

Berbeda dengan pekerjaan formal di kota yang mayoritas terikat jam kerja, jika menjadi nelayan, kita bisa mengatur ritme kerja sendiri. Nelayan bisa menentukan kapan melaut, lokasi melaut, hingga bagaimana menjual hasil tangkapan.

Saat ini pun ada sejumlah platform digital untuk pemasaran atau bahkan bisa menjalankan cloud fishing—kerja sama melaut yang dikoordinasikan lewat aplikasi. Ini memudahkan nelayan untuk menjual langsung ke konsumen (direct-to-consumer).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.