Dari Potensi Cuan hingga Jam Kerja Fleksibel: 5 Keuntungan Menjadi Nelayan
📅 Senin, 09 Jun 2025, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis5. Peran strategis dalam konservasi dan keberlanjutan
Laut Indonesia tengah menghadapi tekanan besar, mulai dari penangkapan berlebih (overfishing), perubahan iklim, dan praktik ilegal (IUU fishing). Menjadi nelayan hari ini bukan hanya soal menangkap ikan, tetapi juga menjaga ekosistem laut agar tetap lestari.
Kaum muda yang terjun sebagai nelayan—dengan pemahaman terhadap konservasi, regulasi, dan teknologi—bisa menjadi agen penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya hayati laut.
Mengajak yang muda menjadi nelayan
Sebaiknya Anda baca juga:
Memang, untuk bisa menarik minat kaum muda untuk mau menjadi nelayan, pemerintah perlu memperkuat kebijakan afirmatif. Program pelatihan berbasis kompetensi, inkubasi usaha perikanan berbasis teknologi, serta penguatan koperasi nelayan muda bisa menjadi solusi awal.
Pemerintah juga perlu meningkatkan akses teknologi. Misalnya dengan menyediakan akses yang lebih luas kepada nelayan di daerah pesisir terhadap internet dan alat digital. Ini membuka peluang untuk mengakses pasar global dan meningkatkan efisiensi operasional mereka.
Dengan kebijakan yang tepat, pelatihan yang relevan, dan pemanfaatan teknologi yang lebih baik, kita bisa membuka peluang baru bagi anak muda untuk kembali ke laut.
Yogi Putranto, Pengawas Perikanan, Research Agency of Indonesian Maritime Affairs and Fisheries Ministry
Sebaiknya Anda baca juga:
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!