Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Serukan Integrasi AI dalam Pendidikan di Forum BRICS

📅 Minggu, 08 Jun 2025, 15:10 WIB | Oleh:
Indonesia Serukan Integrasi AI dalam Pendidikan di Forum BRICS Doc: Getty Images

JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia, Brian Yuliarto, menyerukan kepada negara-negara anggota BRICS untuk memberi perhatian lebih terhadap potensi besar kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan sektor pendidikan. Pernyataan ini disampaikan dalam Pertemuan Menteri Pendidikan BRICS ke-12 yang digelar pada awal Juni di Brasília, Brasil.

“Hal itu terkait dengan penciptaan pengalaman belajar yang lebih personal, peningkatan efisiensi pengajaran, dan perluasan akses layanan pendidikan,” ujar Yuliarto, dikutip dari keterangan resmi kementeriannya di Jakarta pada Minggu.

Yuliarto menekankan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan sistem pendidikan terbesar keempat di dunia—dengan lebih dari 50 juta siswa, 3,3 juta guru, dan 430 ribu sekolah—melihat pemanfaatan teknologi, khususnya AI, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Pemanfaatan ini telah menjadi bagian dari kebijakan nasional melalui peluncuran berbagai inisiatif teknologi.

Salah satu contoh implementasi konkret yang disebut Yuliarto adalah aplikasi Rumah Pendidikan, sebuah platform digital nasional yang menawarkan sumber daya pembelajaran terkurasi dan terpersonalisasi untuk siswa, guru, dan sekolah. Aplikasi ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam proses transformasi digital pendidikan di Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga telah berkomitmen untuk memperkenalkan kurikulum pengkodean dan mata pelajaran terkait AI di ribuan sekolah di seluruh Indonesia. Menurut Yuliarto, langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan dalam pasar kerja global yang kian terdigitalisasi.

Dalam konteks pendidikan tinggi, Yuliarto menyatakan bahwa Indonesia mendukung terbentuknya platform kolaboratif antar negara BRICS. “Kami percaya bahwa inisiatif ini penting untuk memenuhi tuntutan pasar bakat global yang semakin mobile dan kompetitif,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama antarnegara BRICS dalam mengatasi tantangan dan hambatan pengembangan digital, terutama terkait infrastruktur, regulasi, dan kesenjangan akses. Indonesia, kata Yuliarto, mengajak seluruh anggota BRICS untuk berbagi praktik terbaik serta mengedepankan tata kelola AI yang etis dan inklusif dalam pendidikan.

Menutup pernyataannya, Yuliarto menegaskan bahwa seluruh diskusi dalam forum tersebut mengarah pada kesepahaman bersama antarnegara BRICS mengenai pentingnya pemanfaatan AI yang dilakukan secara hati-hati. Prinsip-prinsip yang disepakati antara lain etika, inklusivitas, sensitivitas budaya, dan pendekatan yang berpusat pada manusia, sebagai fondasi bagi transformasi pendidikan yang berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Luar Negeri
Perjanjian Keamanan Arktika...
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.