Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Kalbar Akan Hapus Denda Pajak dan Biaya Mutasi Kendaraan Mulai Juli

📅 Minggu, 01 Jun 2025, 16:06 WIB | Oleh:
Pemprov Kalbar Akan Hapus Denda Pajak dan Biaya Mutasi Kendaraan Mulai Juli Doc: antara foto
Ket. Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan di Pontianak, Kalbar, Minggu (1/6).

PONTIANAK - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) berencana menghapus denda pajak kendaraan bermotor serta biaya mutasi kendaraan pada Juli 2025.

"Langkah ini diambil guna mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak sekaligus meningkatkan penerimaan daerah," kata Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan di Pontianak, Kalbar, Minggu (1/6).

Dia menyampaikan pentingnya terobosan yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Kita akan hapus denda pajak di bulan Juli. Jadi bagi masyarakat yang memiliki tunggakan pajak kendaraan, harap bersabar hingga program ini berlaku,” kata Krisantus.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa biaya mutasi kendaraan dari luar daerah ke Kalimantan Barat juga akan dihapuskan.

Tujuannya, agar kendaraan-kendaraan dengan pelat nomor luar Kalbar dapat segera dimutasi menjadi pelat nomor Kalbar, sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan penerimaan pajak daerah. “Saya akan kerja sama dengan pihak Kepolisian untuk mendukung langkah ini. Setelah dimutasi, kendaraan bisa segera kita tertibkan dalam sistem perpajakan daerah,” tuturnya.

Krisantus menekankan kebijakan ini tidak hanya berdampak bagi pemerintah provinsi, tetapi juga untuk pemerintah kabupaten dan kota di Kalbar, mengingat pembagian hasil pajak kendaraan bermotor sebesar 66 persen dialokasikan untuk kabupaten/kota, sementara provinsi hanya menerima 34 persen.

“Jadi, kalau pelatnya belum Kalbar, rugi kita semua. Termasuk, Pak Bupati dan Wakil Bupati di daerah karena ini, kebijakan yang akan berdampak langsung bagi mereka,” katanya.

Dengan program ini, Pemprov Kalbar berharap dapat mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak sekaligus memperkuat kolaborasi antarinstansi dalam mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah dari sektor perpajakan kendaraan bermotor.

Krisantus menambahkan pendapatan asli daerah (PAD) Kalimantan Barat tahun 2025 diproyeksikan sebesar 3,2 triliun rupiah.

Kontribusi terbesar PAD berasal dari PKB dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), masing-masing 710 miliar rupiah untuk PKB dan 727 miliar rupiah untuk BBNKB.

“Ini menegaskan bahwa sektor pajak kendaraan bermotor merupakan tulang punggung penerimaan daerah," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.