Banyak Dilakukan, Kenali Risiko Bahaya dari Swamedikasi
📅 Minggu, 01 Jun 2025, 19:58 WIB | Oleh: Haryo BronoKetujuh resistensi antibiotik. Menggunakan antibiotik tanpa resep dokter dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap pengobatan, membuat infeksi lebih sulit diatasi bahkan berujung pada kematian.
Sejalan dengan ini, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan juga menegaskan bahwa antibiotik hanya boleh digunakan atas rekomendasi dokter. Ketika digunakan secara sembarangan, antibiotik justru mendorong munculnya resistensi bakteri. Resistensi ini tak hanya membahayakan individu, tetapi juga memperbesar risiko penyebaran infeksi yang tidak lagi bisa diobati dengan obat yang tersedia.
Seluruh risiko di atas bisa berujung pada terlambatnya penanganan medis profesional serta biaya tambahan akibat komplikasi yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, penting untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi obat apa pun, terutama untuk penyakit yang belum terdiagnosis secara jelas.
Asuransi Jadi Solusinya?
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski mayoritas masyarakat Indonesia telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, tingginya angka swamedikasi menunjukkan adanya tantangan terkait akses, persepsi, dan kenyamanan dalam menggunakan layanan kesehatan. Untuk mengatasi hal ini, pendekatan yang lebih menyeluruh sangat dibutuhkan meliputi edukasi publik yang efektif dan penyediaan alternatif perlindungan kesehatan yang lebih fleksibel serta personal.
Berbagai pihak dapat berperan dalam mendorong perubahan tersebut, mulai dari kreator konten edukasi, apoteker/tenaga kesehatan, hingga platform digital di sektor asuransi, salah satu contohnya adalah Lifepal marketplace asuransi digital yang memudahkan masyarakat mencari produk asuransi.
Selain menyediakan konsultasi gratis bagi mereka yang mencari produk asuransi, Lifepal juga berfokus pada penyediaan konten edukasi seputar asuransi melalui blog dan kanal media sosialnya. Konten-konten ini mencakup berbagai informasi praktis, termasuk cara memaksimalkan manfaat perlindungan kesehatan yang dimiliki.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Tingginya angka swamedikasi menunjukkan bahwa masyarakat butuh solusi yang cepat, mudah, dan sesuai dengan kondisi mereka. Namun di balik kemudahan itu, ada risiko yang perlu disadari. Di sinilah pentingnya peran edukasi dan akses perlindungan yang tepat, agar keputusan kesehatan tidak hanya praktis, tapi juga aman dan berkelanjutan,” tambah Benny.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!