Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banyak Dilakukan, Kenali Risiko Bahaya dari Swamedikasi

📅 Minggu, 01 Jun 2025, 19:58 WIB | Oleh:

Menurut survei Populix pada bulan Maret 2025, hanya 9,7% masyarakat yang memiliki kombinasi BPJS dan asuransi kesehatan swasta. Biaya menjadi alasan utama (61,4%) mengapa masyarakat belum memiliki perlindungan tambahan tersebut.

Akibatnya, saat mengalami gejala yang tampak ringan seperti batuk, nyeri perut, atau demam banyak yang memilih swamedikasi sebagai solusi cepat dan murah, meskipun kondisi tersebut sebenarnya bisa memerlukan diagnosis medis yang lebih akurat.

Selain alasan finansial, faktor waktu dan kemudahan akses juga mendorong masyarakat memilih swamedikasi. Laporan GoodStats (2024) menunjukkan bahwa lebih dari 50% responden merasa membeli obat langsung di apotek jauh lebih praktis daripada harus mengantre di fasilitas kesehatan.

Sementara itu, pilihan terhadap pengobatan alternatif seperti jamu, obat herbal, tukang urut, dan metode tradisional lainnya juga masih kuat—mencerminkan warisan budaya yang terus bertahan di tengah perkembangan layanan medis modern.

Risiko Tersembunyi

Marketplace asuransi Lifepal menyebut, meskipun tampak sepele, kebiasaan langsung mengonsumsi obat atau jamu tanpa panduan medis bisa menimbulkan risiko kesehatan serius terutama jika dilakukan tanpa memahami dosis, efek samping, atau kondisi medis yang sebenarnya diderita.

“Berikut beberapa dampak yang bisa terjadi jika melakukan swamedikasi secara keliru,” kata Co-Founder Lifepal Benny Fajarai, melalui keterangan tertulis pada hari Jumat (1/5).

Risiko pertama adalah salah diagnosis. Tanpa pemeriksaan medis, seseorang bisa keliru menilai gejala yang dialami, sehingga salah menentukan jenis penyakit.

Kedua penggunaan obat atau dosis yang salah. Mengonsumsi obat yang tidak sesuai atau dengan dosis yang tidak tepat bisa memperburuk kondisi atau menyebabkan efek samping yang berbahaya.

Ketiga menutupi penyakit yang lebih serius. Obat yang dikonsumsi secara keliru bisa menyamarkan gejala, sehingga penyakit yang mendasarinya bisa saja tidak terdeteksi dan justru menjadi semakin parah.

Keempat reaksi obat yang merugikan. Seseorang bisa saja mengalami reaksi negatif dari obat tertentu tanpa resep medis yang jelas, termasuk alergi atau gangguan organ.

Kelima interaksi obat berbahaya. Kombinasi antara obat bebas, jamu atau suplemen tanpa resep medis yang jelas dapat memicu reaksi kimia yang bisa membahayakan tubuh.

Keenam kecanduan atau ketergantungan. Beberapa obat, seperti pereda nyeri atau obat tidur, berisiko menimbulkan ketergantungan jika digunakan tanpa pengawasan atau resep medis yang jelas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
Advertisement
astra2
Advertisement
gaia musik festival
Luar Negeri
Inggris Berantas Habis Disk...
Advertisement
gaia musik festival
Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

10 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.