Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mentan Amran: Jepang Krisis, Indonesia Makin Kokoh dengan Produksi Beras

📅 Kamis, 22 Mei 2025, 10:17 WIB | Oleh:
Mentan Amran: Jepang Krisis, Indonesia Makin Kokoh dengan Produksi Beras Doc: ANTARA
Ket. Petugas memeriksa dan mengecek cadangan beras pemerintah yang akan disalurkan di gudang Perum Bulog Kanwil Aceh, Desa Siron, kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu (4/12/2024).

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, Indonesia kokoh menjaga ketahanan pangan dengan produksi beras yang makin kuat berkat sinergi petani, teknologi, dan dukungan kebijakan tepat saat Jepang krisis komoditas tersebut.

“Pangan bermasalah, negara bermasalah. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia dan seluruh stakeholder terkait harus selalu bersinergi untuk memastikan produksi kita baik, stok kita kuat, dan masyarakat tersenyum,” kata Mentan dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (22/5).

Menurut Mentan, permasalahan pangan bukanlah persoalan yang disepelekan. Sebab, ketahanan pangan erat kaitannya dengan ketahanan suatu bangsa. 

Berbagai langkah strategis telah dijalankan untuk memastikan peningkatan produksi Indonesia, mulai dari optimalisasi lahan hingga cetak sawah untuk pangan masa depan.

Tidak hanya itu, berbagai regulasi dan kebijakan juga diperkuat untuk mendukung sektor pertanian. Mulai dari peningkatan volume pupuk subsidi, kemudahan pupuk subsidi bagi petani, hingga penyesuaian harga pembelian pemerintah (HPP) beras.

Kinerja pemerintah, termasuk sektor pertanian tersebut mendapatkan penilaian positif dari masyarakat. Berdasarkan hasil survei opini publik yang dilakukan Litbang Kompas, 4-10 Januari 2025, mayoritas masyarakat mengungkapkan apresiasi mereka terhadap kinerja pemerintahan saat ini.

Lalu, sebanyak 80,9 persen responden yang tersebar di 38 provinsi negeri ini menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah

Ke depan, Kementerian Pertanian akan terus memperkuat strategi untuk mendukung swasembada beras dan komoditas utama lainnya, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional.

”Produksi kita saat ini baik dan CBP kita terbesar sepanjang sejarah. Kita optimis target 4 juta ton cadangan beras segera tercapai. Insya Allah pangan Indonesia semakin kokoh dan swasembada beras bukan lagi sekadar mimpi,” kata Mentan Amran.

Diketahui, Menteri Pertanian Jepang, Taku Eto pada Rabu (21/5) secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya imbas krisis beras dan ketidakpuasan publik terhadap penanganan pemerintah atas lonjakan harga beras.

Jepang saat ini menghadapi krisis beras dan peningkatan harga beras imbas gelombang panas ekstrem yang merusak panen. Untuk kemasan 5 kilogram, rata-rata harga beras di supermarket mencapai 4.268 yen atau sekitar Rp484 ribu.

Di tengah situasi tersebut, Menteri Taku Eto bergurau soal ”tidak pernah membeli beras” yang dianggap tidak peka dan menyulut ketidakpuasan publik terhadap pemerintahan Perdana Menteri Shigeru Ishiba.

Survei opini Kyodo News menunjukkan tingkat dukungan terhadap PM Ishiba turun ke titik terendah yaitu hanya 27,4 persen. Hampir sembilan dari sepuluh responden menyatakan tidak puas terhadap penanganan pemerintah atas lonjakan harga beras.

PM Ishiba akhirnya menerima surat pengunduran diri Eto dan menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada masyarakat. Sebagai langkah cepat, PM Ishiba segera menunjuk Shinjiro Koizumi untuk menggantikan posisi Eto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.