Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri PPN/Bappenas : PTPN I (Persero) Domain Ketahanan Pangan dan Energi

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 21:00 WIB | Oleh:
Menteri PPN/Bappenas : PTPN I (Persero) Domain Ketahanan Pangan dan Energi Doc: Dok. Istimewa


JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudy menyatakan PT Perkebunan Nusantara I (Persero) memiliki domain strategis pada program Ketahanan Pangan dan Energi yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Pernyataan ini disampaikan Rachmat Pambudy saat menyampaikan sambutan pada acara penanda tanganan naskah nota kesepahaman tentang penguatan perencanaan program hilirisasi komoditas kelapa, kopi, dan kakao antara PTPN I (Persero) dengan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Selasa (12/5/26).

Rachmat Pambudy mengatakan, tiga program swasembada yang diakselerasi Presiden Prabowo, yakni swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air bersinggungan langsung dengan bisnis agro yang dijalankan PTPN I. Menurut guru besar IPB ini, peran PTPN I dalam mendukung terwujudnya tiga bidang target swasembada itu sangat besar.

“Kita tahu, Bapak Presiden mencanangkan swasembada, yakni swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air. Ketiga-tiganya ada di PTPN I. Oleh karena itu, Pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas mendukung PTPN I dalam menjalankan program swasembada tersebut. Rencana kerja sama yang ditanda tangani hari ini, adalah program hilirisasi komoditas kelapa, kopi, dan kakao,” kata Rachmat.

Naskah Nota Kesepahaman ditanda tangani bersama oleh Direktur Utama PTPN I (Persero) Teddy Yunirman Danas dan Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Teni Widuriyanti disaksikan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy, Direktur Utama Holding PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna dan Komisaris Independen PTPN I (Persero) Sutan Adil Hendra. Langkah ini menjadi tonggak penting bagi PTPN I (Persero) dalam membangun pondasi industri yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing global demi memperkuat nilai tambah di dalam negeri.

Dalam sambutannya Teddy Yunirman Danas menegaskan bahwa masa depan perkebunan Indonesia tidak boleh lagi hanya bertumpu pada produksi bahan mentah. “PTPN I (Persero) telah menyusun roadmap hilirisasi hingga tahun 2029 untuk menciptakan ekosistem industri hulu-hilir yang mampu memperluas pasar ekspor sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Strategi ini dirancang untuk memastikan setiap komoditas memberikan kontribusi maksimal terhadap ekonomi nasional melalui pembangunan industri pengolahan yang massif,” kata Teddy.

Khusus untuk komoditas kelapa, jelas Teddy, PTPN I (Persero) memproyeksikannya sebagai future commodity dengan target pengembangan kawasan hingga 50 ribu hektar. Kebun seluas itu akan didukung enam unit pabrik pengolahan di berbagai wilayah potensial di Indonesia. Untuk komoditas kopi, PTPN I (Persero) menyiapkan lahan 12 ribu hektare dengan tujuh fasilitas pengolahan. Pabrik ini akan memproduksi kopi premium yang memiliki ketelusuran (traceability) dan standar keberlanjutan yang kuat di pasar internasional. 

Sedangkan untuk komoditas kakao diproyeksikan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri cokelat dunia. Melalui pengembangan area seluas lima ribu hektare yang terintegrasi dengan pabrik pengolahan. Teddy menyatakan bahwa seluruh rencana ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pada pentingnya hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. 

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyambut baik inisiatif ini dan menekankan bahwa kolaborasi riset serta inovasi akan menjadi kunci dalam penerapan praktik pertanian yang baik (Good Agriculture Practices). Sinergi antara pemerintah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menjadikan Indonesia sebagai pusat industri kelapa, kopi, dan kakao dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.