Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konflik Global Mengancam Daya Beli, BPKN Desak Penguatan Perlindungan Konsumen dan Reformasi Regulasi

📅 Selasa, 31 Mar 2026, 19:30 WIB | Oleh:
Konflik Global Mengancam Daya Beli, BPKN Desak Penguatan Perlindungan Konsumen dan Reformasi Regulasi Doc: BPKN
Ket. Ketua BPKN RI, Mufti. Ia memperingatkan dampak eskalasi konflik global Timur Tengah terhadap stabilitas harga energi dan pangan di Indonesia. Simak empat langkah strategis pemerintah dan urgensi reformasi RUU Perlindungan Konsumen untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi.

JAKARTA – Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) mengeluarkan peringatan keras terkait eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. BPKN menilai situasi global tersebut berpotensi memberikan tekanan hebat terhadap stabilitas ekonomi domestik yang berdampak langsung pada perlindungan konsumen di Indonesia.

Ketua BPKN RI, Mufti, menyatakan bahwa ketegangan di negara-negara produsen energi strategis berisiko memicu lonjakan harga energi dunia, gangguan rantai pasok global, hingga kenaikan inflasi. Kondisi ini dikhawatirkan akan membebani masyarakat sebagai ujung tombak konsumsi nasional.

“Konsumen tidak boleh menjadi pihak yang menanggung beban berlebih akibat konflik global. Negara harus hadir memastikan setiap potensi kenaikan harga dilakukan secara wajar dan transparan,” ujar Mufti dalam keterangan resminya di Jakarta pada hari Selasa (31/3).

Peringatan Bagi Pelaku Usaha

BPKN menengarai posisi konsumen menjadi semakin rentan di tengah ketidakpastian global, terutama terhadap risiko kelangkaan produk dan praktik perdagangan yang tidak jujur. Mufti secara tegas mengingatkan para pelaku usaha agar tidak menjadikan krisis global sebagai pembenaran untuk menaikkan harga secara tidak proporsional (price gouging).

“Kami mengingatkan pelaku usaha untuk menjunjung tinggi itikad baik dan keadilan. Setiap bentuk eksploitasi terhadap konsumen di tengah situasi krisis merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip perlindungan konsumen,” tambahnya.

Empat Langkah Strategis Pemerintah

Guna memitigasi dampak krisis, BPKN mendorong Pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah taktis, di antaranya:

  1. Penguatan Pengawasan: Memperketat pemantauan harga dan distribusi bahan pokok serta energi.
  2. Transparansi Harga: Menjamin kejelasan struktur pembentukan harga di tingkat produsen hingga ritel.
  3. Stabilisasi Rantai Pasok: Mengantisipasi gangguan logistik melalui kebijakan yang responsif.
  4. Penegakan Hukum: Menindak tegas praktik spekulasi dan penimbunan barang yang merugikan publik.

Urgensi Reformasi Regulasi

Lebih lanjut, BPKN menyoroti bahwa sistem perlindungan konsumen saat ini belum memiliki mekanisme respons krisis yang komprehensif. Oleh karena itu, percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Konsumen dinilai menjadi agenda yang sangat mendesak.

Menurut BPKN, pembaruan regulasi tersebut harus mampu menjawab tantangan zaman, mulai dari penguatan tanggung jawab pelaku usaha saat kondisi darurat, pengendalian harga dalam situasi krisis, hingga perlindungan dalam ekosistem ekonomi digital.

Sebagai penutup, BPKN mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menempatkan perlindungan konsumen sebagai pilar utama ketahanan ekonomi nasional. "Negara tidak boleh absen. Hukum harus hadir memberikan kepastian dan keadilan bagi seluruh konsumen Indonesia di tengah dinamika global yang kian menantang," tutur Mufti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.