Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sinergi Pusat-Daerah Percepat Penganekaragaman Konsumsi Pangan Lokal

📅 Rabu, 21 Mei 2025, 20:22 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Sinergi Pusat-Daerah Percepat Penganekaragaman Konsumsi Pangan Lokal Doc: istimewa
Ket. Pemerintah daerah diharapkan menjadi fasilitator dalam mempercepat pemanfaatan pangan lokal

BOGOR—Salah satu langkah startegis yang diambil Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) sebagai implementasi Asta Cita 2 Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional adalah melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Lokal.

“Kita juga merangkul pemerintah daerah serta dinas pangan terkait untuk semakin mengoptimalisasi konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA) serta terjangkau oleh masyarakat, dengan mengeluarkan kebijakan daerah yang mendukung pola konsumsi pangan ideal berbasis pangan lokal,” jelas Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan NFA, Rinna Syawal pada kegiatan Launching Program SEHAT di Kabupaten Bogor (20/5).

Rinna mengapresiasi langkah konkret yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor tersebut. Menurutnya kebijakan yang dikemas dalam program kreatif dapat lebih mudah diterima masyarakat dengan tetap menyentuh langsung kebutuhan mereka. Kualitas sumberdaya manusia (SDM) diharapakan juga akan meningkat sejalan dengan semakin banyak masyarakat yang mendukung penderasan pola konsumsi pangan lokal melalui kebijakan daerah yang ada.

“Tantangan yang masih dihadapi Kabupaten Bogor saat ini adalah rendahnya tingkat konsumsi pangan yang ideal di kalangan masyarakat, baik dari segi kuantitas maupun kualitas gizi. Oleh karena itu, kehadiran program-program yang berfokus pada penguatan konsumsi pangan lokal menjadi semakin relevan dan strategis.” ungkap Rinna.

Diketahui skor Pola Pangan Harapan (PPH) tahun 2024, Kabupaten Bogor berada di urutan ke-25 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat dengan skor 87,12. Adapun untuk Provinsi Jawa Barat sendiri, kualitas konsumsi umbi-umbian dan kacang-kacangan tercatat masih jauh di bawah standar ideal. Yakni 1,9 dari standar ideal 6,0 untuk umbi-umbian dan 3,6 dari standar ideal 5,0 untuk kacang-kacangan.

Jadi Fasilitator

Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi ditemui di kantor NFA, menegaskan perlunya kehadiran pemerintah. Bukan hanya sebagai regulator, namun juga sebagai fasilitator yang memastikan pangan lokal tampil menarik, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Fokusnya sederhana, bagaimana pangan lokal bisa benar-benar menjadi pilihan utama masyarakat. Bukan hanya soal ketersediaan, tapi juga soal akses dan kebiasaan sehari-hari. Kalau kita ingin pangan lokal dicintai, maka harus mudah didapat, harga terjangkau, dan punya nilai—baik dari sisi gizi maupun cita rasa.” jelas Arief.

Adapun pada kegiatan Launching Program SEHAT dihadiri 300 peserta yang terdiri dari Lembaga PBB-UNDP (United Nations Development Programme) Kepala Dinas Perangkat Daerah Kabupaten Bogor, Ketua TP-PKK Kabupaten Bogor, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Bogor, Camat se-Kabupaten Bogor, Ketua TP-PKK Kecamatan se-Kabupaten Bogor, dan 2 Desa B2SA di Kabupaten Bogor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Tim SAR Gabungan Fokuskan P...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...

Insiden Kapal Virgo: 1 Penumpang Meninggal, 125 Dalam Pencarian

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.