Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Mata
📅 Rabu, 21 Mei 2025, 07:05 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: AFP/Phill Magakoe
SELAMA lima bulan pada tahun 2017, pekerja pertanian Alka Kamble mengalami penglihatan kabur di salah satu matanya tetapi tidak berkonsultasi dengan dokter mata. Selain tidak mampu membayar biaya dokter ia harus bekerja berjam-jam untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Saya tidak mampu membelinya, dan saya juga tidak punya waktu, karena saya harus bekerja berjam-jam untuk memenuhi kebutuhan,” katanya dikutip dari Smithsonian.
Kemudian Kamble melihat brosur klinik pemeriksaan mata gratis di dekat rumahnya di desa Jambhali, di negara bagian Maharashtra, India. Dokter di sana menyarankan operasi katarak segera dan mengatakan bahwa paparan radiasi matahari yang berlebihan kemungkinan besar berkontribusi terhadap penglihatannya yang memburuk.
Kamble yang sekarang berusia 55 tahun, telah bekerja berjam-jam selama beberapa dekade di bawah terik panas tanpa kacamata hitam atau pelindung. Kondisi semakin memburuk karena gelombang panas meningkat di India, tambahnya.
“Cuaca panas sudah sangat tidak tertahankan sehingga para petani merasa kesulitan untuk bekerja selama dua jam di ladang selama musim panas,” ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejumlah faktor yang sudah diketahui, termasuk paparan radiasi UV, genetika, dan penuaan, dapat menyebabkan katarak, suatu kondisi yang memengaruhi sekitar 94 juta orang di mana lensa mata menjadi keruh, yang menyebabkan penglihatan kabur. Namun dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti telah menemukan faktor penyebab lain untuk katarak dan gangguan mata lainnya yaitu perubahan iklim.
Perubahan iklim meningkatkan risiko terhadap kesehatan mata dalam berbagai cara. Pertama, perubahan iklim membuat planet ini semakin panas suhu permukaan rata-rata Bumi pada tahun 2024 adalah yang terhangat yang pernah tercatat.
Suhu tubuh yang mencapai 104 derajat Fahrenheit atau 40 derajat Celcius dapat menyebabkan sengatan panas. Istilah ini untuk menggambarkan suatu kondisi yang mengganggu proses biologis yang terjadi di seluruh tubuh.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pada mata, sengatan panas merusak sistem pertahanan alami yang biasanya melawan penumpukan molekul berbahaya yang disebut spesies oksigen reaktif,” jelas Lucía Echevarría-Lucas, seorang dokter mata di Rumah Sakit La Axarquía di Spanyol.
Lensa mata tersusun atas protein kristal yang harus tetap teratur agar tetap transparan. Spesies oksigen reaktif dapat merusak protein ini. “Membentuk kekeruhan yang menyebabkan katarak,” kata Echevarría-Lucas.
Karena lensa tidak dapat meregenerasi protein, semakin lama seseorang menghabiskan waktu di tempat yang panas, semakin besar risiko terkena katarak. Dalam sebuah penelitian yang berlangsung selama sepuluh tahun di Spanyol selatan, Echevarría-Lucas dan rekan-rekannya menemukan tambahan 370,8 kasus katarak per 100.000 penduduk untuk setiap kenaikan suhu rata-rata maksimum satu derajat Celcius setiap tahun.
Radiasi Sinar UV
Meskipun usia rata-rata timbulnya katarak adalah 60 tahun atau lebih, katarak pada orang berusia 15 hingga 49 tahun lebih umum terjadi di wilayah yang sebagian besar penduduknya bekerja di bidang pertanian.
“Cara lain pemanasan global berkontribusi terhadap gangguan mata adalah dengan meningkatkan paparan terhadap radiasi UV,” menurut Echevarría-Lucas dan rekan penulis studi José María Senciales González, seorang ahli geografi di Universitas Málaga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!