Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menanti Data NFP di AS, 3 Juli 2026

📅 Jumat, 03 Jul 2026, 08:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menanti Data NFP di AS, 3 Juli 2026 Doc: Istimewa

JAKARTA – Rupiah masih rawan kembali melemah lanjutan pada perdagangan akhir pekan ini karena dipicu sentimen eksternal.

Perhatian investor bakal tertuju pada rilis data ekonomi penting di Amerika Serikat (AS).

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat pelaku pasar akan mencermati rilis data ketenagakerjaan AS, khususnya data Non-Farm Payrolls (NFP).

Menurutnya, apabila data NFP dirilis lebih kuat dari ekspektasi pasar, maka dollar AS berpeluang kembali menguat sehingga ru piah berpotensi menembus level psikologis 18.000 rupiah per dollar AS.

Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (3/7), bergerak di kisaran 17.900-18.050 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Kamis (2/7) sore, melemah 43 poin atau 0,24 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.995 rupiah per dollar AS.

“Pelemahan rupiah imbas dari sentimen negatif dari domestik,” ujar Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi di Jakarta.

Dia menambahkan kepercayaan pelaku pasar terhadap Indonesia dinilai menghadapi ujian cukup berat setelah munculnya sejumlah sentimen negatif memasuki kuartal II, mulai dari kasus korupsi tingkat tinggi, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal pemerintah setelah neraca perda gangan Indonesia pada Mei defisit, inflasi melonjak hingga penundaan pengumuman tentang pasar modal Indonesia oleh penyedia indeks global MSCI (Morgan Stanley Capital International).

Rilis S&P Global menunjukkan Purchasing Managers’ In dex (PMI) Indonesia berada di 46,9 pada Juni 2026, tingkat pe nurunan yang paling kuat dalam setahun.

S&P mengungkap kan PMI Indonesia ini menunjukkan penurunan lebih lanjut pada kesehatan sektor produksi barang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Nasional
Bupati Pati nonaktif Sudewo...
Nasional
Kepala Bapanas: Pemerintah ...

Kejuaraan hadang tingkat pelajar

23 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Kejuaraan hadang tingkat pe...
Daerah
Bantuan alsintan modern unt...

Penumpukan sampah di Kabupaten Gowa

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Penumpukan sampah di Kabupa...
Luar Negeri
Mesir Gandeng Teknologi Tio...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.