Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hewan Kurban Sering Kabur saat Idul Adha, Ini Saran Dosen UGM

📅 Rabu, 21 Mei 2025, 17:27 WIB | Oleh:
Hewan Kurban Sering Kabur saat Idul Adha, Ini Saran Dosen UGM Doc: Istimewa
Ket. Hewan Kurban

JAKARTA - Saat momen Idul Adha 1446 H/2025 M, kerap ada peristiwa viralnya hewan kurban yang kabur saat hendak disembelih. Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Panjono, mengingatkan lesejahteraan ternak perlu menjadi perhatian bagi seluruh masyarakat terutama bagi juru sembelih menjelang pelaksanaan Idul Adha.

Dia menerangkan, banyak ternak kurban kurang mendapat perhatian saat ditempatkan di area penampungan sementara ternak yang ada di sekitar masjid, sekolah, kantor, dan sebagainya. Dia mendorong para pengurus masjid atau panitia kurban sebaiknya menjamin kesejahteraan hewan kurban.

"Kita-kita harus memastikan bahwa ternak bisa beristirahat dengan tenang dan nyaman. Jangan sampai suasana penampungan terlalu gaduh sehingga mengganggu ketenangan ternak," ujar Panjono, dalam keterangan resminya, Rabu (21/5).

Panjono mengingatkan pentingnya soal cara pengikatan ternak untuk menjaga ternak agar tidak lepas. Dia mengingatkan posisi patok dan panjang tali ikatan juga harus diperhatikan agar ternak bisa dengan nyaman tanpa terbelit ataupun tercekik karena posisi dan panjang tali yang tidak pas. 

"Jika ternak berada di penampungan lebih dari 6 jam, sebaiknya ternak diberi minum supaya tidak kehausan," jelasnya.

Dia mengingatkan agar masyarakat lebih jeli dan tidak sembarangan dalam memilih hewan kurban terutama sapi dan domba. Ternak yang sehat bisa dilihat dari penampilan fisik maupun tingkah lakunya.

Panjono menerangkan, penampilan fisik ternak yang sehat antara lain, disebutkan mulut bersih segar tidak berbusa atau berbau, mata jernih bersih bersinar tidak sayu, berwarna putih keruh atau merah, serta tidak ada kotoran putihnya (atau dalam Bahasa Jawa blobok). Kemudian pantat maupun anus terlihat bersih tidak ada kotoran yang menempel di sekitarnya.

Dia menambahkan, ternak yang sehat akan terlihat cukup aktif dan tidak lesu. Selain itu, untuk ternak ruminansia, seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba yang sehat ditandai dengan adanya aktivitas memamah biak.

"Kalau kita yang di Jawa itu disebut nggayemi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.