Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pasar Asia Anjlok Setelah Moody's Memangkas Peringkat Kredit AS

📅 Senin, 19 Mei 2025, 15:20 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ketua DPR Mike Johnson mengatakan kepada "Fox News Sunday" bahwa ia berencana mengadakan pemungutan suara di gedung DPR mengenai paket tersebut pada akhir minggu.

Ekuitas di Hong Kong dan Shanghai turun karena angka penjualan ritel Tiongkok yang di bawah perkiraan memperkuat pandangan bahwa ekonomi nomor dua dunia itu terus berjuang bahkan setelah para pejabat mengumumkan langkah-langkah stimulus baru. Namun, produksi pabrik meningkat lebih dari yang diharapkan.

Tokyo, Sydney, Seoul, Singapura, Wellington, Taipei dan Jakarta semuanya jatuh, sementara harga saham berjangka AS juga turun drastis.

Dolar juga melemah terhadap mata uang lainnya.

Emas pulih dari beberapa kerugian baru-baru ini karena daya tariknya sebagai tempat berlindung yang aman, naik ke $3.225 per ons.

Meski demikian, Ray Attrill dari National Australia Bank mengatakan: "Tindakan Moody's tidak akan berdampak apa pun pada kemampuan atau keinginan investor mana pun untuk terus memegang obligasi pemerintah AS -- hal itu kemungkinan memerlukan penurunan peringkat empat atau lima tingkat lagi."

Dan Stephen Innes dari SPI Asset Management mengatakan investor akan lebih tertarik pada data mendatang yang akan memberikan gambaran lebih baik tentang keadaan ekonomi utama dunia.

"Moody's mungkin telah menjatuhkan mikrofon, tetapi bagi para pedagang ekuitas, ujian sesungguhnya minggu ini adalah Main Street," tulisnya dalam sebuah catatan.

"Kita tengah memasuki periode laba ritel yang menentukan -- Target, Home Depot, Lowe's, TJX, Ralph Lauren semuanya melaporkan -- dan di sinilah teori tarif berbenturan dengan realitas jalur kasir.

"Ya, S&P telah turun 18 persen sejak tarif 'Hari Pembebasan', tetapi konsumen telah menjadi pahlawan pasar yang tidak dikenal. Sekarang mereka akan diaudit."

Ia mengatakan "penurunan peringkat lebih bersifat psikologis daripada mekanis".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Sistem Pilkada Perlu Direformasi

18 menit yang lalu | Ones

Nasional
Sistem Pilkada Perlu Direfo...
Daerah
Tingkatkan Kinerja, Pemkot ...

Wisatawan Mancanegara Ikut Berbelanja ke Pasar Tanah Abang

30 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Megapolitan
Wisatawan Mancanegara Ikut ...
Luar Negeri
Kedubes Desak Warga AS Ting...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.