Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD DKI Minta SDA Kawal Ketat Proyek Developer di Meruya yang Sebabkan Banjir

📅 Selasa, 06 Jan 2026, 17:00 WIB | Oleh:
DPRD DKI Minta SDA Kawal Ketat Proyek Developer di Meruya yang Sebabkan Banjir Doc: DPRD DKI Jakarta
Ket. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah meminta Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Suku Dinas Dinas Sumber Daya Air mengawal ketat pembangunan saluran air

JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah meminta Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Suku Dinas Dinas Sumber Daya Air mengawal ketat pembangunan saluran air dan embung yang dikerjakan developer PT Kumara Lalita. Proyek tersebut berada di kawasan Perumahan Pasific Garden Puri, Meruya Selatan, Jakarta Barat.

Permintaan itu disampaikan menyusul munculnya genangan air di Komplek Departemen Pertimbangan Agung Meruya Selatan yang sebelumnya tidak pernah mengalami banjir. Warga mulai merasakan dampak genangan setelah pembangunan perumahan oleh pihak developer berjalan.

Sebelumnya, warga Komplek DPA tidak pernah merasakan banjir. Setelah pembangunan perumahan, justru banjir kerap datang di area halaman rumah warga.

Ima menegaskan, pembangunan perumahan tidak boleh menimbulkan masalah baru bagi lingkungan sekitar, terutama yang berkaitan dengan sistem drainase. Menurutnya, setiap proyek harus tunduk pada aturan teknis yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

"Setelah ditelusuri, ada permasalahan pembangunan oleh developer yang masih diproses apakah sudah sesuai rekomendasi teknis SDA atau belum," ujar Ima saat meninjau langsung Komplek DPA, Senin (5/1). Ia menilai pengawasan harus dilakukan sejak awal agar dampak ke warga bisa dicegah.

Politikus PDI Perjuangan itu meminta pengembang mempercepat pembangunan saluran air dan embung sesuai standar operasional prosedur yang berlaku. Ia menekankan, keterlambatan penyelesaian infrastruktur air hanya akan memperpanjang penderitaan warga terdampak.

"Saluran air dan embung harus segera dibereskan karena tadi masih ada yang bermasalah dan itu perlu dikaji serta dicek langsung oleh Dinas SDA," tegasnya.

Selain itu, Ima berharap Sudin SDA Jakarta Barat terus mengawal seluruh tahapan pembangunan yang dilakukan developer. Ia mengingatkan agar pembangunan dilakukan sesuai tata ruang dan aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Kita harus perhatikan karena tadi ada pihak developer yang sudah berjanji akan segera membereskan seluruh kewajibannya," kata Ima.

Ima juga meminta Wali Kota Jakarta Barat segera menindaklanjuti hasil pertemuan dengan warga Komplek DPA. Ia menilai koordinasi cepat antara pemerintah kota, dinas terkait, dan pengembang penting agar persoalan banjir tidak berlarut-larut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...

Anggaran Dipangkas, Gerak BNPB Terbatas

13 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Anggaran Dipangkas, Gerak B...
Megapolitan
Gubernur DKI: PJJ Jakarta B...
Advertisement
Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.