Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waduh! Isi BBM di SPBU Nagan Raya Sampai Antre Mengular, Ternyata 'Absurd' Banget Penyebabnya

📅 Minggu, 15 Mar 2026, 23:16 WIB | Oleh:
Waduh! Isi BBM di SPBU Nagan Raya Sampai Antre Mengular, Ternyata 'Absurd' Banget Penyebabnya Doc: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Ket. Antrean di SPBU Jalan Lintas Barat Sumatera ruas Meulaboh-Tapaktuan, tepatnya di Alue Bili, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Minggu (15/3) malam.

NAGAN RAYA, ACEH - Antrean kendaraan di SPBU Jalan Lintas Barat Sumatera ruas Meulaboh-Tapaktuan, tepatnya di Alue Bili, Kabupaten Nagan Raya, Aceh mengular namun berlangsung tertib pada Minggu (15/3) malam.

Pengisian bahan bakar di lokasi tersebut harus menunggu petugas SPBU selesai melaksanakan shalat Tarawih.

“Petugasnya masih shalat Tarawih, kita juga masih menunggu ini,” kata Syafii (48), sopir truk angkutan barang yang ditemui saat mengantre di SPBU tersebut.

Menurut dia, antrean kendaraan di SPBU itu sebenarnya sudah biasa terjadi. Namun selama bulan Ramadhan antrean menjadi lebih panjang karena tidak semua SPBU beroperasi hingga malam hari.

Ada lima SPBU di wilayah tersebut, namun empat di antaranya menutup layanan setelah waktu Magrib, sementara hanya satu yang beroperasi hingga sekitar pukul 21.00-22.00 WIB.

“Magrib SPBU di sini tutup, ada yang sesudahnya buka sampai jam 9-10 malam. Ada juga yang tidak buka lagi. Nah di sini yang terbesar jadi semua ke sini di tempat kita sekarang ini,” katanya.

Meski demikian, Syafii mengaku kondisi ketersediaan bahan bakar saat ini jauh lebih baik dibandingkan beberapa waktu lalu setelah wilayah tersebut dilanda banjir yang sempat mengganggu pasokan BBM.

Hal senada disampaikan Geri (22), sopir mobil bak terbuka yang juga warga setempat. Ia mengatakan pada akhir Desember tahun lalu masyarakat sempat kesulitan mendapatkan BBM karena sejumlah SPBU tutup akibat terputusnya pasokan. Saat itu, warga bahkan terpaksa membeli Pertalite dari pedagang eceran dengan harga Rp20.000 - Rp30.000 per botol air mineral atau sekitar 1,2 liter.

“Sudah lebih aman sekarang. Walau antre bensinnya ada. Waktu itu pernah saya antre lama, tinggal dua mobil lagi, petugas bilang bensinnya habis,” ujarnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan memanjang hingga menggunakan bahu jalan di kedua sisi, baik kendaraan berbahan bakar solar maupun Pertalite. Setiap kendaraan diwajibkan menggunakan kode batang untuk pengisian BBM dan dibatasi maksimal satu kali pengisian per hari.

SPBU tersebut memiliki empat mesin pompa yang melayani Pertalite untuk mobil dan sepeda motor serta bio solar untuk kendaraan diesel.

Setelah lebih dari dua jam menunggu dari pukul 20.55 sampai 22.44 WIB, shalat Tarawih di masjid yang tidak jauh dari kompleks SPBU selesai. Satu per satu petugas kemudian datang, lampu SPBU dinyalakan, dan layanan pengisian bahan bakar kembali dibuka.

Sejumlah kendaraan yang mengantre termasuk dua mobil double gardan yang ditumpangi lima pewarta wartawan yang tergabung dalam tim liputan khusus “Bangkit Sumatera” terkait percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Gayo Lues, Aceh.

Tim tersebut dijadwalkan melanjutkan perjalanan dari Meulaboh melintasi Nagan Raya menuju Desa Tetinggi, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, dengan estimasi waktu tempuh sekitar enam - tujuh jam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.