Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ormas 'Nakal' Sulit Diberantas, Dosen Unair: Dipelihara Elit Politik

📅 Sabtu, 17 Mei 2025, 21:57 WIB | Oleh:
Ormas 'Nakal' Sulit Diberantas, Dosen Unair: Dipelihara Elit Politik Doc: Istimewa
Ket. Dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga, Ariwibowo

JAKARTA - Dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga, Ariwibowo, menilai, pemberantasan organisasi masyarakat (ormas) yang 'nakal' dan meresahkan masyarakat merupakan pekerjaan yang sulit. Menurutnya, hal tersebut dapat terjadi karena ormas-ormas tersebut masih dekat dengan elite-elite politik.

"Notabene menjadi rahasia umum bahwa mereka ‘memelihara’ ormas nakal itu sendiri," ujar Ari, dikutip dari laman resmi Unair, Sabtu (17/5).

Dia optimis negara dapat menumpas ormas-ormas nakal. Meski begitu, menurutnya negara juga secara tidak langsung ‘menyuburkan’ dengan bersikap tidak serius dalam menumpas ormas nakal.

"Negara itu punya kekuasaan, punya kekuatan, punya peralatan. Jadi mereka bisa lakukan apa saja kepada masyarakat, termasuk ormas itu," jelasnya.

Ari mengungkapkan, premanisme berkedok ormas kerap terjadi di tengah masyarakat. Namun, hal ini sejatinya bukan fenomena baru, melainkan telah ada bahkan tumbuh subur di masa orde baru (orba).

Kala itu, lanjut dia, ormas sengaja dibentuk guna kepentingan politik segelintir golongan. Kini, ormas-ormas sejenis masih hidup, melanggengkan praktik premanisme hingga mengganggu stabilitas sosial.

"Masyarakat harus kritis terhadap kehadiran ormas. Tidak hanya kepada ormas, namun juga kepada negara," katanya.

Aari menyatakan, ormas kerap hadir di sektor-sektor informal, bahkan ilegal. Misalnya mereka sering ditemui meminta pungutan liar ke UMKM hingga perusahaan.

Dia menekankan, peningkatan keterampilan dan pendidikan masyarakat menjadi hal penting. Selain itu, peluang pekerjaan diperlukan agar masyarakat tidak lantas memasuki sektor pekerjaan yang melanggar hukum.

"Jadi ini masyarakat tidak diberikan pekerjaan oleh negara, tetapi negara juga tidak mampu memberikan fasilitas dan tidak punya kreatifitas," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Disperindag: Harga Komodita...

Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Purwokerto Mulai Naik

38 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Sejumlah Kebutuhan Po...
Ekonomi
Menkeu Purbaya Pastikan Tak...
Nasional
Kejati Sumbar Bantah Tuding...
DPR Usul Agar Pemerintah Susun Standar Nasional Pengasuhan di Pesantren untuk Cegah Kekerasan

DPR Usul Agar Pemerintah Susun Standar Nasional Pengasuhan di Pesantren untuk Cegah Kekerasan

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.