Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Rentan Melemah, 3 Agustus 2026

📅 Senin, 03 Agu 2026, 08:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Rentan Melemah, 3 Agustus 2026 Doc: istimewa

JAKARTA – Rupiah berpotensi melemah awal pekan se­iring kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Ame­rika Serikat (AS) yang kembali menarik arus modal global ke aset berdenominasi dollar AS. Kondisi ini meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, karena investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko. 

Analis mata uang Lukman Leong memperingatkan ke­naikan yield US Treasury masih menjadi ancaman bagi per­gerakan rupiah ke depan. Tercatat yield US Treasury tenor 30 tahun naik ke 5,2724 persen pada 31 Juli 2026, menjadi level tertinggi dalam periode sepanjang tahun ini.

Menurutnya, kenaikan imbal hasil obligasi AS umum­nya akan menekan rupiah, dengan semakin menyempitnya spread imbal hasil obligasi AS dengan Indonesia. Karena­nya, dia memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (3/8), bergerak di kisaran 17.950 - 18.100 rupiah per dollar AS de­ngan kecenderungan melemah.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan Jumat (31/7) sore, bergerak me­nguat 89 poin atau 0,49 persen dari sehari sebelumnya men­jadi 18.022 rupiah per dollar AS. “Penguatan rupiah dipicu harga minyak mentah yang cenderung menurun seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah dan tanda-tanda peningkatan arus lalu lintas di Selat Hormuz,” ujar Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi.

Selat tersebut yang biasanya menjadi jalur bagi sekitar seperlima pengiriman global minyak mentah dan gas alam cair telah menjadi pusat perhatian pasar minyak karena se­bagian besar wilayahnya terblokade sejak dimulainya pe­rang AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Sentimen lain berasal dari keputusan Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga tidak berubah yang sesuai perkiraan. Gubernur The Fed Kevin Warsh disebut ti­dak memberikan sinyal yang jelas mengenai rencana bank sentral tersebut terkait inflasi dan suku bunga.

Namun, keputusan The Fed tersebut tak diambil secara bulat, karena terdapat tiga pembuat kebijakan terlihat men­desak kenaikan suku bunga lebih lanjut di tengah inflasi yang sulit turun. Kemudian, data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS bulan Juni yang lebih rendah dari perkiraan membantu dalam meredakan kekhawatiran me­ngenai tingginya inflasi dan suku bunga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.