Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Ajak Indonesia Kembangkan Bersama Industri Pariwisata

📅 Kamis, 15 Mei 2025, 21:52 WIB | Oleh:
Tiongkok Ajak Indonesia Kembangkan Bersama Industri Pariwisata Doc: ANTARA/Nabil Ihsan
Ket. Sekretaris Partai Komunis China (PKC) di Provinsi Yunnan Wang Ning menyampaikan sambutannya dalam agenda “Promosi Pariwisata dan Budaya Yunnan di Indonesia” di Jakarta, Kamis (15/5).

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Yunnan di Tiongkok barat daya mengajak Indonesia berkolaborasi dalam mengembangkan industri pariwisata masing-masing demi meningkatkan jumlah wisatawan Yunnan yang melancong ke Indonesia maupun sebaliknya.

“Saya mengajak Indonesia melaksanakan program pelatihan bersama bagi talenta budaya dan pariwisata, mengadakan kompetisi inovasi budaya dan pariwisata, serta menyuntikkan inovasi,” kata Sekretaris Partai Komunis Tiongkok (PKC) di Provinsi Yunnan Wang Ning di Jakarta, Kamis (15/5).

Dalam agenda “Promosi Pariwisata dan Budaya Yunnan di Indonesia”, Wang mengatakan bahwa pembinaan tersebut penting dalam mewujudkan inovasi berupa produk dan model wisata yang unik dan menarik pelancong.

Ia mencontohkan, Yunnan terus berusaha mengoptimalkan potensi dari Situs Warisan Dunia UNESCO yang ada di provinsi tersebut serta sejarah penjelajahan samudera Laksamana Cheng Ho, yang berasal dari Yunnan, sebagai andalan pariwisatanya.

Wang kemudian mendorong kerja sama dalam menggalakkan pengembangan kota-kota pariwisata serta menyelenggarakan pertukaran budaya dan pekan budaya Yunnan dan Indonesia di lokasi masing-masing, seperti yang telah berjalan dengan Provinsi Bali.

“Hubungan dan persahabatan antara Yunnan dan Provinsi Bali, misalnya, terus terjalin dengan baik di tahun ke-22 kerja sama,” kata dia, menambahkan.

Pejabat Yunnan itu juga berharap frekuensi penerbangan antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya ke Provinsi Yunnan, dapat semakin ditambah untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan perjalanan bagi turis dari kedua wilayah.

Penguatan kerja sama wisata tersebut diyakini dapat meningkatkan jumlah wisatawan Indonesia ke Yunnan yang pada 2024 mencapai jumlah 50 ribu orang, serta turis dari Yunnan ke Indonesia yang jumlahnya hampir 10 ribu orang di tahun yang sama.

“Saya memandang jumlah ini masih sangat kecil, dan saya melihat ada potensi yang sangat besar bagi penguatan kerja sama kita ke depan,” kata sekretaris PKC di Yunnan itu. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.