Pemerintah Harus Hati-hati Tulis Ulang Sejarah Indonesia
📅 Jumat, 09 Mei 2025, 03:03 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rupPenyusunan sejarah versi terbaru nantinya akan dilakukan dengan pendekatan ilmiah, merujuk pada sumber-sumber yang telah ada dan diperkuat dengan temuan-temuan terbaru.
Menurut Fadli, proses pembaruan meliputi tiga aspek utama: revisi atas narasi yang sudah ada, penambahan materi sejarah baru, serta pelurusan bagian-bagian yang memerlukan klarifikasi berdasarkan hasil kajian.
Menteri Kebudayaan pun menyebut ada banyak temuan-temuan, termasuk dari periode prasejarah, dan ada juga penambahan-penambahan catatan sejarah dari pemerintahan-pemerintahan yang lalu.
Kompendium (karangan yang berisi tentang segala sesuatu yang pernah ditulis mengenai suatu pokok bahasan, red) sejarah Indonesia yang saat ini digunakan sebagai rujukan diterbitkan pada 2012.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Sejarah yang ditulis terakhir itu yang diterbitkan dalam buku Indonesia dalam Arus Sejarah, sebelumnya tahun 1980-an, Sejarah Nasional Indonesia,” kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon. ruf/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!