Ungu Bangkitkan Nostalgia Era Band Panggung Lewat MV 'Utara-Selatan', Pasha Siapkan Cerita Bersambung
📅 Kamis, 06 Agu 2026, 04:00 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Grup musik Ungu kembali mengadopsi konsep pertunjukan panggung dalam video musik (MV) terbaru mereka berjudul "Utara-Selatan" yang menghidupkan kembali memori kilas balik (flashback) penggemar ke masa awal karir mereka sebagai band panggung.
Penggunaan latar aksi panggung itu bukan yang pertama kali bagi Ungu, mengingat pendekatan visual serupa sebelumnya juga pernah mereka tampilkan dalam video musik lagu hit "Saat Indah Bersamamu" (2007).
"Mungkin karena 'nature'-nya lagu ini, sifatnya lagu ini memang lagu panggung banget, lagu yang cenderung 'nge-rock' itu buat kita kayak 'flashback' awal-awal kita memang kita band panggung banget," ujar gitaris Ungu, Franco Medjaya (Enda), selaku pencipta lagu di Jakarta, Rabu (5/8).
Enda menjelaskan bahwa aransemen musik dan dinamika vokal Pasha dalam proses rekaman juga disesuaikan agar terasa lebih hidup (live) layaknya sebuah pertunjukan di atas panggung terbuka.
Keselarasan audio tersebut yang kemudian diterjemahkan ke dalam konsep visual video musik yang dipenuhi oleh adegan aksi panggung tersebut.
Penempatan tulisan cerita bersambung (to be continued) di akhir tayangan klip video tersebut sekaligus menjadi penanda terbukanya peluang tak terbatas untuk menggarap koleksi lagu-lagu Ungu berikutnya.
"Ke depannya ya 'infinity' lah, kemungkinan bisa apa aja," tambah Enda mengenai potensi pengembangan karya mereka ke ranah visual yang lebih luas, termasuk film dan 'miniseries'.
Sementara itu, untuk kelanjutan dari narasi klip lagu tersebut, Ungu telah merampungkan dua lagu baru yang jalan ceritanya sengaja dirancang untuk mengikuti kisah dari video musik "Utara-Selatan".
Video musik itu sendiri diposisikan sebagai eksperimen pertama bagi Ungu dalam menunjukkan potensi personelnya sendiri untuk menggarap plot cerita dalam format audio-visual secara mandiri.
Vokalis Ungu sekaligus sutradara video musik "Utara-Selatan", Sigit Purnomo Syamsuddin Said (Pasha), merinci bahwa plot drama klip itu menyoroti pergolakan batin karakter anak muda di tengah arena konser panggung Ungu.
Makna Adegan
Narasi berfokus pada dilema tokoh perempuan yang diperankan Zara Leola saat menyusul tokoh pria yang diperankan Kiesha Alvaro demi menyelesaikan perdebatan mereka di telepon.
"Tapi kan kalau tadi teman-teman melihat di ujung video kan, di saat Kiesha meluk Zara, Zaranya enggak meluk Kiesha. Karena mungkin Zara juga merasa 'Ini bener enggak sih keputusan saya?' gitu loh, antara pendidikan dan kekasih, kira-kira gitu. Pendidikan penting, tapi perasaan juga harus nyaman," jelas Pasha membedah makna adegan robekan kertas dan pelukan sepihak di akhir klip.
Kehadiran massa dalam set konser tersebut diakui Pasha menjadi elemen krusial yang menyukseskan jalannya cerita video musik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!