Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sejarah Hari Pahlawan Nasional: Dari Pertempuran Surabaya Hingga Simbol Semangat Kebangsaan

📅 Minggu, 09 Nov 2025, 17:00 WIB | Oleh:
Sejarah Hari Pahlawan Nasional: Dari Pertempuran Surabaya Hingga Simbol Semangat Kebangsaan Doc: Istimewa

JAKARTA - Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pejuang kemerdekaan yang gugur di medan pertempuran. Peringatan ini tak lepas dari sejarah panjang peristiwa heroik Pertempuran Surabaya tahun 1945 yang menjadi simbol keberanian rakyat melawan pasukan Sekutu.

Pertempuran Surabaya bermula dari kedatangan tentara Inggris yang tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) untuk melucuti senjata pasukan Jepang. Namun, kehadiran mereka justru memicu konflik karena dianggap mengancam kedaulatan Indonesia yang baru saja memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Ketegangan meningkat setelah insiden perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato, Surabaya, pada 19 September 1945. Tindakan tersebut menjadi simbol perlawanan terhadap upaya penjajahan kembali dan memicu semangat nasionalisme rakyat Surabaya untuk mempertahankan kemerdekaan.

Puncak pertempuran terjadi pada 10 November 1945 ketika pasukan Inggris yang dipimpin Mayor Jenderal Robert Mansergh melancarkan serangan besar-besaran ke kota Surabaya. Pertempuran berlangsung sengit selama lebih dari tiga minggu dengan ribuan korban jiwa di pihak rakyat Indonesia.

Salah satu tokoh penting dalam peristiwa ini adalah Bung Tomo, yang melalui siaran radionya membakar semangat rakyat Surabaya untuk terus melawan penjajah.

"Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah dan putih, maka selama itu kita tidak akan menyerah kepada siapa pun juga," seru Bung Tomo dalam salah satu pidato terkenalnya.

Pertempuran Surabaya dikenal sebagai salah satu pertempuran terbesar dalam sejarah revolusi Indonesia. Meskipun banyak korban berjatuhan, semangat juang rakyat Surabaya menjadi inspirasi bagi perjuangan kemerdekaan di seluruh nusantara.

Sebagai bentuk penghargaan atas pengorbanan tersebut, pemerintah Indonesia menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959. Sejak saat itu, setiap tahun rakyat Indonesia memperingatinya dengan upacara bendera, tabur bunga di makam pahlawan, serta berbagai kegiatan yang menumbuhkan semangat kepahlawanan.

Peringatan Hari Pahlawan juga menjadi momentum untuk mengingat nilai-nilai perjuangan seperti keberanian, persatuan, dan cinta tanah air. Semangat itu diharapkan terus hidup di hati generasi muda sebagai penerus bangsa dalam menghadapi tantangan zaman modern.

Tahun ini, Kementerian Sosial menetapkan tema peringatan Hari Pahlawan 2025 yaitu "Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan". Tema tersebut mengajak masyarakat untuk meneladani semangat para pahlawan dengan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa di berbagai bidang kehidupan.

Hari Pahlawan bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi pengingat bahwa semangat pengorbanan dan nasionalisme para pejuang harus terus diwariskan. Dengan begitu, cita-cita mereka untuk melihat Indonesia merdeka, adil, dan sejahtera dapat terus diwujudkan oleh generasi masa kini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Super Jerman Jatuh ke...
Daerah
Program-program Unggulan Go...
Daerah
Mandi di Pantai Tuturuga Be...
Olahraga
Inter Milan Rekrut Curtis J...
Daerah
Pemprov Gorontalo Perkuat S...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.