Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Harus Hati-hati Tulis Ulang Sejarah Indonesia

📅 Jumat, 09 Mei 2025, 03:03 WIB | Oleh:
Pemerintah Harus Hati-hati Tulis Ulang Sejarah Indonesia Doc: Istimewa
Ket. Radius Setiyawan.

Pengajar sebuah perguruan tinggi menyatakan agar pemerintah harus berhati-hati dalam upaya penulisan ulang sejarah agar tidak digunakan sebagai alat politik ­semata.

JAKARTA - Pemerintah tengah melakukan penulisan ulang sejarah Indonesia dan akan rampung pada perayaan HUT ke-80 RI. Dosen Kajian Budaya dan Media Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Radius Setiyawan, mengatakan, prosesnya harus dilakukan hati-hati.

“Pemerintah harus berhati-hati dalam langkah ini dan memastikan bahwa upaya penulisan ulang sejarah dilakukan secara komprehensif, objektif, dan tidak digunakan sebagai alat politik semata,” ujar Radius, dalam keterangannya, Kamis (8/5).

Dia menilai, merevisi sejarah harus dipahami sebagai sesuatu yang lumrah sebab sejarah akan selalu bergantung pada sudut pandang dan ruang wacana. Namun penting yang menjadi catatan, proses revisi narasi sejarah tidaklah sederhana.

“Terdapat metodologi, validitas data, serta aspek ilmiah lain yang harus diperhatikan secara ketat,” tutur dia.

Meski begitu, Radius menyoroti langkah yang diambil pemerintah menunjukan adagium lama yang menyatakan bahwa sejarah adalah produk kekuasaan. Dalam banyak peristiwa, sejarah yang ditulis dan diajarkan mencerminkan sudut pandang kelompok dominan atau penguasa pada masanya.

Dia menambahkan, penguasa memiliki kontrol atas sumber daya, pendidikan, dan media. Dengan demikian, mereka dapat menentukan versi sejarah mana yang akan disebarluaskan.

“Hal ini sejalan dengan ungkapan populer history is written by the victors (sejarah ditulis oleh para pemenang),” ungkap dia.

Libatkan Sejarawan

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan, proyek penulisan sejarah versi terbaru itu dikerjakan 100 lebih sejarawan dan para ahli dari berbagai universitas di Indonesia.

Dia memastikan, bagian-bagian yang direvisi, ditambahkan, ataupun diluruskan pun mengikuti hasil kajian para ahli, dan buku-buku sejarah Indonesia yang dituliskan sebelumnya.

Buku sejarah ini akan dibagi dalam beberapa jilid dengan editor yang berbeda pada tiap jilid.

Dengan demikian maka pembaruan informasi mengenai buku sejarah tidak ditulis dari nol melainkan dimulai dari informasi yang telah ada di dalam buku sejarah termasuk di dalamnya peristiwa politik dan lainnya.

“Kami akan update dan menambah beberapa jilid tentu mendasarkan kepada buku-buku yang sudah ada. Kami melibatkan lebih dari 100 sejarawan dari semua perguruan tinggi,” ucap Fadli seraya menambahkan bahwa dalam buku sejarah Indonesia versi terbaru akan memuat sejumlah revisi, penambahan, dan pelurusan berdasarkan kajian akademik para ahli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Luar Negeri
Sikap Tegas Somalia Bersama...

Russia Sokong Penuh Keamanan Perbatasan Tajikistan

22 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Russia Sokong Penuh Keamana...
TEKNOLOGI

Trump Bentuk Satgas 'Kecerdasan Super'

37 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Trump Bentuk Satgas 'Kecerd...
Advertisement
Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.