Pemerataan Pelabuhan di Sulawesi Utara dan Selatan, Pemerintah Dorong Akses Maritim Berkeadilan
📅 Jumat, 09 Mei 2025, 11:30 WIB | Oleh: Yebdi TrismarDi balik posturnya yang mungil dan kepribadiannya yang hangat, Olet, sapaan akrabnya, membuktikan bahwa stigma lekat bahwa bekerja di pelabuhan itu sangat maskulin, bisa terkikis asal kesempatan untuk perempuan terbuka.
“Inginnya membangun semangat bagi teman-teman perempuan lain kalau bisa menjadi operator seperti ini, asal ada kesempatan. Harapannya kesempatan seperti ini bisa makin terbuka,” kata perempuan kelahiran 26 tahun silam itu.
Beberapa kali, Olet mengatakan dirinya “beruntung” karena ia bisa melakukan pembuktian itu. Namun, untuk mendobrak sebuah perspektif yang begitu melekat selama bertahun-tahun, memerlukan adanya dukungan dari banyak pihak, termasuk lingkungan kerja dan keluarga yang suportif.
Sama seperti pengembangan fasilitas dan infrastruktur, untuk bisa menghadirkan Olet-Olet lainnya juga memerlukan keterbukaan dan transformasi perusahaan yang berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena, ketika pelabuhan telah bertransformasi dan aktivitas bongkar-muatnya sama seperti TPK-TPK skala global, maka otomatis membuatnya sebagai tempat aman dan ramah bagi para pekerja di dalamnya, sekaligus menjadikan pelabuhan sebagai sentral perputaran ekonomi lokal serta nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!