Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Biar Tak Balik Arah, Ekspor Ikan ke AS Kini Diawasi Ketat

📅 Selasa, 29 Apr 2025, 20:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Biar Tak Balik Arah, Ekspor Ikan ke AS Kini Diawasi Ketat Doc: ANTARAFOTO/Basri Marzuki
Ket. Ilustrasi - Sejumlah nelayan memindahkan ikan hasil tangkapannya.

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Food and Drug Administration Amerika Serikat menjalin kerja sama guna memperkuat pengawasan bersama pre-border (joint pre-border inspection) terhadap produk perikanan Indonesia yang akan diekspor ke AS. 

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan Perikanan (BPPMHKP/Badan Mutu) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Ishartini sebagaimana keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (29/4).

"FDA AS (Food and Drug Administration Amerika Serikat) memberikan kepercayaan kepada Badan Mutu KKP untuk membantu pre-border inspection mereka dengan pembagian peran sesuai kapasitas masing-masing baik di hulu maupun hilir dan pengujian mikrobiologi mutu,” ujar dia.

Kolaborasi pengawasan mutu pre-border antara Indonesia dan Amerika Serikat telah memiliki dasar hukum yang kuat melalui regulasi resmi yang berlaku di kedua negara masing-masing.

Consolidated Appropriations Act 2021 dari Amerika Serikat mengatur pengendalian impor udang, serta mewajibkan kerja sama inspeksi bersama dengan negara pengekspor melalui mekanisme joint pre-border inspection.

Di sisi Indonesia, regulasi yang digunakan adalah Permen KP Nomor 8 Tahun 2024 tentang pengendalian sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan dari hulu hingga hilir.

Panduan pelaksanaan inspeksi mencakup sistem produksi, pengujian produk, dokumen, input-output, serta pengawasan terhadap unit produksi primer, pengolahan dan distribusi di bawah otoritas kompeten nasional.

"Bentuk kolaborasi ini sangat bagus dalam rangka meminimalisasi non-tariff barrier pada saat produk perikanan kita tiba di AS,” ujarnya. 

Sejak adanya kebijakan Pemerintah AS tentang kenaikan tarif bea masuk barang, maka hal tersebut berdampak juga pada ekspor perikanan Indonesia ke AS, utamanya udang.

Adanya kerja sama antara KKP dengan US FDA dalam joint pre-border inspection akan membantu pelaku usaha memperlancar proses bongkar muat serta dapat menghindari adanya non-tariff barrier seperti pengujian per shipment yang memakan waktu lama. 

Ishartini menyampaikan bahwa Inspektur Mutu yang bernaung di bawahnya telah memiliki kapasitas internasional dan siap berkolaborasi dengan personil FDA AS. 

Pada kegiatan di lapangan nantinya inspeksi akan fokus pada beberapa aspek penilaian, di antaranya pemenuhan syarat lokasi, lingkungan, bangunan, peralatan, penerapan standar prosedur operasi pengolahan, dan pemenuhan persyaratan standar prosedur operasi sanitasi.

Termasuk program ketelusuran produk, prosedur penanganan keluhan pelanggan, serta pelatihan karyawan. 

"Kami juga akan melaksanakan sharing knowledge and experience dalam pengujian Lab mutu dengan para ahli dari FDA AS,” imbuh Ishartini. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Nasional
Jejak Hatta-Sjahrir Dihidup...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.