Titiek Soeharto Minta Swasembada Bawang Putih Bisa Secepatnya dan tanpa Impor
📅 Kamis, 11 Jun 2026, 05:15 WIB | Oleh: SriyonoJAKARTA - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto meminta Kementerian Pertanian mewujudkan swasembada bawang putih secepatnya mengingat ketergantungan Indonesia terhadap impor komoditas tersebut masih sangat tinggi.
Dalam Rapat Kerja bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan jajaran Kementerian Pertanian serta Badan Pangan Nasional di Jakarta, Rabu (10/6), Titiek mempertanyakan alasan program pengembangan bawang putih tidak tercantum dalam program kerja prioritas nasional.
Ia menilai upaya mencapai swasembada tidak boleh hanya menjadi wacana yang terus berulang setiap tahun.
"Untuk saya, saya mau tanya lagi mengenai bawang putih. Pak Menteri. Kenapa kok enggak masuk lagi di program kerja prioritas nasional nih?," tanya Titiek kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam sesi pendalaman rapat kerja tersebut.
Menanggapi hal itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan pemerintah sebenarnya telah melakukan revisi anggaran untuk mendukung pengembangan bawang putih.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Amran, program tersebut sudah masuk dalam perencanaan dan bukan ditunda hingga tahun depan.
Amran mengatakan Kementerian Pertanian telah menggeser anggaran sebesar Rp260 miliar pada tahun ini khusus untuk pengembangan bawang putih. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas masukan dan aspirasi yang disampaikan Komisi IV DPR RI kepada kementerian ya.
Namun, Titiek kembali menegaskan persoalan utamanya bukan sekadar ketersediaan anggaran. Ia mempertanyakan mengapa program tersebut tidak terlihat sebagai prioritas nasional dalam dokumen yang disampaikan kepada Komisi IV DPR.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menanggapi itu, Mentan menjelaskan tidak tercantumnya program tersebut diduga akibat kesalahan penulisan dalam dokumen. Ia memastikan pengembangan bawang putih tetap menjadi bagian dari agenda pemerintah dan telah dialokasikan anggaran pada tahun berjalan.
Titiek kemudian merespons dan menegaskan jika pengembangan bawang putih bukan hanya aspirasi daerah tertentu, melainkan kebutuhan nasional. Menurut dia, seluruh pihak harus memiliki komitmen yang sama untuk mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan swasembada.
Dia mengingatkan sekitar 80 hingga 85 persen kebutuhan bawang putih nasional masih dipenuhi dari impor. Padahal, bawang putih merupakan komoditas yang digunakan masyarakat setiap hari dalam berbagai kebutuhan konsumsi.
"Jadi kita harus sepakat semua nih, harus swasembada. Bapak (Menteri Pertanian) harus bikin targetnya kapan mau swasembada?," tegas Titiek.
Karena itu, Titiek meminta Kementerian Pertanian menetapkan target yang jelas mengenai kapan Indonesia dapat mencapai swasembada bawang putih. Menurutnya, target yang terukur diperlukan agar program yang dijalankan memiliki arah dan evaluasi yang pasti.
Menjawab permintaan tersebut, Amran menyatakan Kementerian Pertanian menargetkan swasembada bawang putih dapat tercapai dalam waktu paling cepat tiga tahun dan paling lambat lima tahun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!