GE HealthCare Indonesia Luncurkan Dua Alat USG Jantung Canggih Produksi dalam Negeri
📅 Rabu, 23 Apr 2025, 19:25 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: GE Healthcare Indonesia
JAKARTA - Di tengah meningkatnya kebutuhan akan deteksi dini dan pemerataan layanan diagnostik penyakit di seluruh Indonesia, penggunaan teknologi ultrasonografi (ultrasound/USG) menjadi semakin vital. Data Kementerian Kesehatan mencatat bahwa penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, dan kanker bertanggung jawab atas 75 persen kematian di Indonesia.
Sebagai teknologi non-invasif, aman, dan efisien, USG berperan penting dalam mendeteksi serta menangani penyakit-penyakit ini sejak dini. Perannya mulai dari fasilitas layanan primer seperti Puskesmas hingga tingkat rujukan seperti rumah sakit.
Menjawab tantangan tersebut, GE HealthCare, pemimpin global dalam teknologi medis, memperkuat komitmennya dalam mendukung agenda transformasi kesehatan nasional dengan meluncurkan dua alat kesehatan berbasis teknologi USG terbaru di Indonesia yaitu LOGIQ Totus dan Vivid S70N Dimension.
Produk terbaru GE HealthCare di Indonesia, LOGIQ Totus & Vivid S70N Dimension tidak hanya menawarkan kualitas pencitraan tinggi, tetapi juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi kerja dan akurasi diagnosis di fasilitas kesehatan:
Untuk LOGIQ Totus dirancang untuk general imaging, dilengkapi dengan fitur diagnostic dengan dukungan kecerdasan buatan (AI), serta kemampuan pemrosesan cepat. Dengan spesifikasi ini dapat mendukung keputusan klinis yang lebih tepat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu Vivid S70N Dimension adalah sistem USG portabel untuk kardiovaskular dengan kemampuan pencitraan canggih, otomatisasi AI, dan dukungan 4D. Alat ini sangat ideal untuk laboratorium ekokardiografi dan prosedur intervensi.
CEO GE HealthCare Indonesia Kriswanto Trimoeljo, menjelaskan sebagai mitra strategis pemerintah, GE HealthCare berkomitmen untuk menghadirkan solusi teknologi medis yang tidak hanya canggih, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan lokal. Teknologi USG telah berkembang menjadi komponen penting dalam sistem layanan kesehatan modern, tidak hanya sebagai alat diagnosis, tetapi juga sebagai pendukung pengambilan keputusan klinis secara real-time.
Dengan semakin canggihnya teknologi USG yang ditawarkan oleh GE HealthCare, tenaga medis dapat memberikan diagnosa yang lebih akurat. Dengan demikian bentuk terapi atau pengobatan yang diperlukan akan menjadi lebih tepat sasaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
“GE HealthCare berharap, kehadiran ultrasound produksi dalam negeri berkualitas global dapat membantu meningkatkan aksesibilitas penyediaan alat ultrasound di berbagai layanan kesehatan di Indonesia,” tambah Kris dalam acara GE Healthcare Localized Ultrasound Innovation for Indonesia di Jakarta pada hari Rabu (23/4).
Peran Vital Teknologi AI dalam USG untuk Deteksi Dini dan Diagnostik Penyakit Teknologi USG telah berkembang menjadi salah satu alat pencitraan esensial dalam praktik medis modern. Di berbagai bidang seperti radiologi, kardiologi, hingga neurologi, USG berperan penting dalam menunjang proses diagnosis dan pemantauan kondisi pasien menurut Cleveland Clinic.
Kini, dengan integrasi kecerdasan buatan (AI), teknologi USG mengalami keunggulan lebih dalam hal presisi, kecepatan, dan efisiensi alur kerja klinis. AI memungkinkan pengolahan data pencitraan secara otomatis, membantu dokter dalam mengidentifikasi kelainan atau anomali dengan lebih cepat dan akurat.
“Algoritma AI juga mendukung pengambilan keputusan klinis berbasis data, mengurangi potensi kesalahan manusia, serta meningkatkan konsistensi dalam interpretasi hasil pencitraan,” papar Kris.
Ketua Kolegium Radiologi Indonesia dan Guru Besar Radiologi di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Prof. Dr. Rosy Setiawati, dr., Sp.Rad(K), CCD, menjelaskan dalam dunia radiologi, pihaknya menghadapi tantangan yang semakin besar seiring meningkatnya jumlah pasien dan kompleksitas kasus. Kebutuhan akan pencitraan berkualitas tinggi tidak bisa dihindari, dan USG kini menjadi solusi andalan karena keamanannya, efisiensi biaya, dan fleksibilitas penggunaannya.
“Integrasi kecerdasan buatan dalam sistem tidak hanya membantu mempercepat alur kerja, tetapi juga mengurangi potensi kesalahan manusia dan meningkatkan akurasi diagnosis secara signifikan,” paparnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!