Peternak Sapi Perah Makin Bergairah, MBG Dorong Penyerapan Susu Lokal di Cimahi Capai 150 Liter per Hari
📅 Minggu, 20 Apr 2025, 09:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Tim Media Presiden Prabowo Subianto.
JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong konsumsi telur, daging ayam, sapi, dan susu, yang semuanya produk utama sektor peternakan. Permintaan yang stabil dan besar dari program ini bisa meningkatkan pendapatan peternak, terutama peternak kecil dan menengah.
Jika pemerintah mengutamakan produk dalam negeri, maka peternak lokal akan lebih bergairah meningkatkan produksinya, membuka lapangan kerja, dan memperkuat rantai pasok peternakan.
Program prioritas pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini berjalan di Cimahi, Jawa Barat, menyerap produksi sapi perah dari kawasan Jatinangor, Sumedang, hingga 150 liter per hari.
Sandi Andriana, manajer Nusa Dairy Indonesia yang saat ini menyuplai susu untuk SPPG Kota Cimahi, menjelaskan program MBG menjadi pasar baru, bahkan adanya program itu ikut mendorong mereka menambah kapasitas produksi agar memenuhi permintaan yang mencapai 370 liter susu per hari.
“Untuk 3.500 siswa itu yang dibutuhkan 370 liter, sedangkan volume susu yang diproduksi dari sapi di daerah sini hampir 150 liter. Melihat peluang ini, kami akan berusaha untuk menambah populasi sapi sesuai kapasitas kandang,” kata Sandi sebagaimana dikutip dari siaran resmi Tim Media Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Sabtu (19/4).
Sebaiknya Anda baca juga:
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Cimahi melayani Makan Bergizi Gratis untuk 3.500 siswa di beberapa sekolah di Kota Cimahi. SPPG itu bekerja sama dengan Koperasi Jagri untuk memberikan susu kepada para siswa sebanyak tiga kali per pekannya.
Oleh karena itu, Sandi menyebut peternak sapi tempatnya bekerja pun berencana merekrut lebih banyak pekerja untuk membantu meningkatkan kapasitas produksi hingga 370 liter per hari.
Dia menilai usaha susu sapi yang merupakan UMKM berkembang maka itu juga dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Warga di sini awalnya petani serabutan. Setelah ada program ini, kami rekrut bekerja di sini. Dampak (program MBG) ada peningkatan tenaga kerja dan perekonomian masyarakat,” sambung Sandi.
Dalam kesempatan terpisah, Adam Darmawan, pengelola SPPG Kota Cimahi, menjelaskan sejauh ini pihaknya juga bermitra dengan kelompok peternak sapi perah di sekitar kota untuk mengisi kekurangan produksi susu sapi dari peternakan sapi perah di Jatinangor.
“Nah di sini (Nusa Dairy), sapi perah ini menghasilkan sekitar 150 liter per hari untuk kebutuhan satu dapur itu masih kurang. Jadi, kami bermitra dengan kelompok peternak di sekitar sini,” kata Adam.
Dia menilai MBG menjadi peluang bisnis yang besar dan punya manfaat ekonomi yang cukup tinggi untuk pelaku UMKM dan masyarakat.
“Kami sangat bangga bisa turut serta dalam program membangun bangsa terutama program Bapak Presiden. Saya merasakan dampak yang sangat besar secara pribadi, kelompok, maupun lingkungan. Terima kasih Bapak Presiden,” kata Adam.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dimulai serentak di seluruh wilayah Indonesia pada 6 Januari 2025. Hari pertama MBG digelar, ada 190 SPPG yang beroperasi memasok makan bergizi untuk sekolah-sekolah dan posyandu di 26 provinsi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!