Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada! Kemacetan Mengular di Tanjung Priok, Ratusan Truk Terjebak Tanpa Kepastian, Imbasnya Hingga Tol Arah dari Cawang

📅 Jumat, 18 Apr 2025, 10:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspada! Kemacetan Mengular di Tanjung Priok, Ratusan Truk Terjebak Tanpa Kepastian, Imbasnya Hingga Tol Arah dari Cawang Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Ket. Ratusan truk angkutan barang petikemas masih terjebak kemacetan di Jalan Yos Sudarso jelang masuk kawasan Pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat (18/4/2025).

JAKARTA - Pengguna tol dari arah Cawang menuju Tanjung Priok harap bersabar karena terjadi macet panjang sebagai imbas dari kemacetan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Agar perjalanan lancar, masyarakat yang ingin bepergian, bisa menghindari jalur tersebut dan memilih jalan alternatif lain.

Seperti diketahui, ratusan truk peti kemas masih berjejer rapi terjebak kemacetan panjang untuk masuk ke kawasan Pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat (18/4) pagi.

"Saya pikir ini hari libur jadi sudah tidak macet lagi, tapi ternyata macetnya masih parah," kata salah satu sopir truk, Yusman (53) di Jakarta, Jumat (18/4).

Ia mengaku sudah tiga jam lebih terjebak di Jalan Yos Sudarso sejak pukul 04.00 WIB hingga Jumat pagi.

"Sejak dalam tol arah dari Cawang sudah padat merayap dan benar-benar terjebak di pintu keluar (exit) Tol Kebon Bawang," kata dia

Yusman yang mengaku datang dari Bogor untuk mengantarkan barang ke kawasan Pelabuhan Tanjug Priok harus gigit jari karena terjebak kemacetan beberapa jam.

"Kami terpaksa matikan mesin mobil untuk menghemat bahan bakar," kata dia.

Yusman juga mengaku sudah mendapatkan informasi kemacetan parah ini dari rekan sopir yang terjebak di kawasan ini hingga enam jam.

Dirinya juga sudah diinformasikan dari perusahaan, tapi ia berusaha menjalankan tugas mengantarkan barang pesanan.

"Kami pusing dengan kemacetan seperti ini, jadi tidak bergerak. Ini sangat merugikan," kata dia.

Kemacetan panjang ini tidak hanya merugikan pengendara truk, tapi juga berdampak kepada masyarakat yang ingin melalui jalur tersebut.

Ia mengaku kemacetan ini yang paling parah terjadi di kawasan tersebut dibandingkan sebelumnya yang juga pernah terjadi.

Yusman berharap pihak berwenang dapat menjalankan tugasnya dengan baik agar kawasan ini dapat kembali normal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Cari Jurnalis, Tim SAR Kemb...
Ekonomi
Saham-saham Global Naik Set...
Megapolitan
BPBD Kota Tangerang Imbau W...
Ekonomi
IHSG Hari Ini Menguat Seiri...
Megapolitan
Jakarta akan Terus Didorong...
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.