Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Buka Pintu untuk Tarif Produk Farmasi dan Semikonduktor

📅 Selasa, 15 Apr 2025, 09:36 WIB | Oleh:
AS Buka Pintu untuk Tarif Produk Farmasi dan Semikonduktor Doc: Fox Business
Ket. Presiden AS Donald Trump.

WASHINGTON - Amerika Serikat pada hari Senin (14/4) membuka pintu bagi tarif yang menargetkan teknologi dan farmasi kelas atas, yang memperburuk ketidakpastian yang mencengkeram ekonomi global dalam perang dagang yang menurut pemimpin Tiongkok Xi Jinping tidak akan menghasilkan "pemenang".

Setelah berminggu-minggu ada indikasi bahwa langkah tersebut akan diambil, Menteri Perdagangan AS secara resmi mengumumkan penyelidikan "keamanan nasional" terhadap impor farmasi, dan penyelidikan lain terhadap semikonduktor dan peralatan pembuatan chip.

Bayangan meluasnya serangan tarif muncul saat Menteri Keuangan AS Scott Bessent menggembar-gemborkan momentum dalam pembicaraan dengan masing-masing negara untuk mencapai kesepakatan perdagangan, tetapi sedikit rincian yang diberikan.

Mengenai Tiongkok, ia mengatakan "ada hal besar yang harus dilakukan" tetapi tidak menjelaskan secara rinci tentang waktu atau peluang terjadinya hal itu. Pembicaraan telah dimulai dengan Vietnam dan akan dimulai dengan Jepang pada hari Rabu, kemudian dengan Korea Selatan minggu depan, kata Bessent kepada Bloomberg TV.

Wall Street kembali pulih, indeks Dow Jones dan S&P 500 ditutup naik sedikit di bawah satu persen. Hal ini diikuti oleh penguatan di pasar Asia dan Eropa.

Para investor merasa lega dengan berkurangnya tekanan dalam upaya Presiden Donald Trump yang luas tetapi sering kali kacau untuk menata kembali ekonomi dunia dengan menggunakan tarif untuk memaksa produsen pindah ke Amerika Serikat.

Trump tetap bersikukuh bahwa tarif akan mengembalikan manufaktur penting. Juru bicara Gedung Putih Kush Desai mengatakan kepada AFP pada hari Senin bahwa "seluruh pemerintahan berkomitmen untuk bekerja pada Trump Time", mengenai masalah tersebut.

Pertukaran timbal balik telah menyebabkan pungutan AS yang dikenakan pada Tiongkok tahun ini meningkat hingga 145 persen, dan Beijing menetapkan hambatan pembalasan sebesar 125 persen pada impor AS.

Jumat malam, sejumlah pejabat AS mengumumkan pengecualian bea masuk terbaru terhadap Tiongkok dan negara lain untuk sejumlah barang teknologi canggih seperti telepon pintar, semikonduktor, dan komputer.

Namun Trump mengisyaratkan pada hari Minggu bahwa pengecualian tersebut hanya bersifat sementara dan ia masih berencana untuk menerapkan hambatan terhadap semikonduktor impor dan banyak hal lainnya.

Pada hari Senin, dalam sambutannya di Gedung Putih, Trump sekali lagi beralih ke usulan kemungkinan kompromi, dengan mengatakan bahwa dia "sangat fleksibel" dan "mencari cara untuk membantu beberapa perusahaan mobil" yang terkena dampak tarif 25 persen pada semua impor mobil.

"Saya tidak ingin menyakiti siapa pun," katanya.

Presiden Tiongkok Xi, yang mengawali lawatannya ke Asia Tenggara dengan kunjungan ke Vietnam, memperingatkan bahwa proteksionisme "tidak akan membawa hasil apa pun" dan perang dagang "tidak akan menghasilkan pemenang."

Trump awalnya memberlakukan tarif besar pada negara-negara di seluruh dunia pada tanggal 2 April.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.