Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SAFEnet Terima 1.902 Laporan Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online

📅 Minggu, 13 Apr 2025, 23:01 WIB | Oleh:
SAFEnet Terima 1.902 Laporan Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online Doc: Muhamad Marup
Ket. Diskusi publik terkait kekerasan gender, di Jakarta, Minggu (13/4).

JAKARTA - SAFEnet menerima sebanyak 1.902 laporan kasus kekerasan berbasis gender online selama tahun 2024. Divisi Kesetaraan dan Inklusi SAFEnet, Nurul Azizah, mengatakan setiap bulannya terdapat ebih dari 100 laporan dan aduan yang diterima.

"Ini bukan gambaran apa yang terjadi di Indonesia, karena kalau laporan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan, mungkin angkanya lebih besar," ujar Nurul, dalam diskusi publik, di Jakarta, Minggu (13/4).

Dia menjelaskan, dari laporan tersebut sekitar 51 persen dari total aduan merupakan korbannya berusia 18–25 tahun. Mereka merupakan korban yang ada di perguruan tinggi.

Nurul mengatakan, laporan juga menunjukkan adanya korban usia anak-anak. Sekitar 21–24 persen merupakan anak-anak di bawah usia 18 tahun.

"Yang ini jadi konsen kita bersama, teman-teman, bahwa ternyata yang menjadi korban, khususnya di ranah digital, itu bukan hanya orang-orang yang mungkin sudah dewasa," jelasnya.

Nurul mengungkapkan, penanganan kasus kekerasan berbasis gender online sangat rumit. Pasalnya di media sosial tidak sedikit akun-akun anonim yang digunakan pelaku kepada korbannya.

"Di internet itu punya satu lagi teman-teman: anonimitas. Jadi ketika orang sudah di internet, itu siapa pun bisa jadi apa pun, kan?" katanya.

Pada kesempatan tersebur, Koordinator Lingkar Studi Feminis, Eva Nurcahyani, mengatakan, relasi kuasa jadi penyebab kasus kekerasan seksual berulang, termasuk di semua jenjang pendidikan. Menurutnya, sistem pendidikan di Indonesia sangat maskulin, sehingga tidak hanya membuat kasus kekerasan seksual berulang, tapi juga terjadi pembungkaman kasus.

"Kultur dan budaya yang maskulin itu juga menjadi salah satu penyebab kenapa adanya kekerasan seksual dan juga bahkan kasusnya itu dibungkam," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Daerah
Disdagin Kota Bandung Doron...
Advertisement
PBB Laporkan Suhu Dunia Lampaui 1,5 Derajat Celsius, Risiko Bencana dan Ancaman Kesehatan Meningkat

PBB Laporkan Suhu Dunia Lampaui 1,5 Derajat Celsius, Risiko Bencana dan Ancaman Kesehatan Meningkat

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.