Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dibuka Menguat, IHSG Hari Ini Bergerak Melemah, Pasar Cermati Tinjauan MSCI

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 10:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dibuka Menguat, IHSG Hari Ini Bergerak Melemah, Pasar Cermati Tinjauan MSCI Doc: ANTARA

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (13/8), bergerak melemah seiring respons jangka pendek pelaku pasar mencermati hasil tinjauan MSCI atas saham-saham Indonesia periode Agustus 2026.

Dibuka menguat, IHSG pukul 09.15 WIB mulai bergerak melemah 33,46 poin atau 0,52 persen ke posisi 6.340,39. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 4,00 poin atau 0,63 persen ke posisi 629,84.

“Selama IHSG mampu bertahan di atas 6.308-6.269, peluang breakout di atas 6.377 tetap terbuka dengan target penguatan menuju 6.462 hingga 6.550, sementara resistance mayor berikutnya berada di sekitar 6.635/6.723. Sebaliknya, apabila kembali gagal menembus 6.377 dan turun di bawah 6.308, IHSG berpotensi menguji 6.269 lalu 6.247 sebagai area support utama,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari dalam negeri, MSCI dalam tinjauan indeks Agustus 2026, melakukan perubahan pada komposisi saham Indonesia, yaitu terdapat dua saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes, yang mana salah satunya diturunkan kategorinya ke MSCI Global Small Cap Index.

Sementara satu saham dipindahkan ke kategori MSCI Global Small Cap Index, di sisi lain MSCI mengeluarkan sembilan saham Indonesia dari indeks ini.

Dengan demikian, masih terdapat sembilan saham Indonesia yang menghuni MSCI Global Standard Index, serta sekitar 33 saham Indonesia yang bertahan di dalam daftar MSCI Global Small Cap Indexes.

Namun demikian, MSCI masih belum mengubah komposisi negara Emerging Markets dalam MSCI Frontier Emerging Markets Index, setelah menyelesaikan Annual Country Review 2026.

“Hasil review ini menunjukkan tidak terdapat perubahan terhadap daftar negara Emerging Markets yang saat ini masuk dalam indeks, sehingga belum ada perubahan komposisi yang berasal dari review tahunan tersebut,” ujar Liza.

Sementara itu, utang pemerintah Indonesia tercatat mencapai Rp10.293,69 triliun hingga Juni 2026 atau 41,26 persen terhadap PDB, atau tumbuh Rp1.819,79 triliun atau 21,5 persen sejak akhir September 2024.

Pertumbuhan utang yang mencapai 67,5 persen sejak 2020 telah melampaui pertumbuhan PDB nominal sebesar 64,9 persen, sementara rasio pembayaran bunga terhadap penerimaan fiskal meningkat menjadi 19 persen dari sebelumnya 14,6 persen pada 2022.

“Meski masih di bawah batas 60 persen PDB, tren ini perlu diwaspadai untuk menjaga keberlanjutan fiskal,” ujar Liza.

Dari mancanegara, sentimen pasar cenderung positif setelah data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat (AS) periode Juli 2026 sesuai ekspektasi, dengan headline CPI naik 0,1 persen month to month (mtm) dan melambat menjadi 3,4 persen year on year (yoy), sementara core CPI naik 0,2 persen (mtm) dan turun menjadi 2,5 persen (yoy).

Data itu mengurangi tekanan bagi bank sentral AS The Fed untuk menaikkan suku bunga, tercermin dari kenaikan probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada September 1016 menjadi 62 persen dari sebelumnya 54 persen.

“Namun, pasar tetap mewaspadai potensi kenaikan inflasi pada Agustus akibat lonjakan harga minyak,” ujar Liza.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korea Utara Kembali Luncurk...
Daerah
Disdag Mataram: Pekan Ini P...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.