Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penjurusan SMA Mempermudah Guru

📅 Minggu, 13 Apr 2025, 20:12 WIB | Oleh:
Penjurusan SMA Mempermudah Guru Doc: Muhamad Marup
Ket. Mendikdasmen, Abdul Mu'ti.

JAKARTA - Guru Geografi SMA Pangudi Luhur II Servasius Bekasi, Ignasius Sudaryanto, mengatakan, penjurusan SMA akan mempermudah guru. Pemerintah berencana mengembalikan penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa akan mulai pada tahun ajaran 2025/2026.

"Sekolah lebih mudah mengelola tenaga pendidik,” ujar Sudaryanto, kepada awak media, di Jakarta, Minggu (13/4).

Dia menjelaskan, tanpa penjurusan di SMA, sekolah kesulitan dalam membagi jam mengajar guru. Menurutnya, ada mata pelajaran yang peminatnya sedikit sehingga guru kurang jam mengajar yang akan berdampak pada TPG/Sertifikasi.

"Akan tetapi juga ada mata pelajaran yang kelebihan minat siswa,” lanjut dia.

Sudaryanto mengungkapkan, tanpa penjurusan di SMA, para siswa menghadapi kebingungan dalam pemilihan mata pelajaran peminatan. Dengan demikian, banyak yang tidak sesuai saat melaksanakan perkuliahan.

"Saya sangat setuju kalau penjurusan/pemilihan mata pelajaran dikembalikan seperti dulu yaitu jurusan IPA, IPS dan Bahasa. Hal ini akan membuat siswa lebih fokus belajar," katanya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti akan menghidupkan kembali sistem penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA mulai tahun ajaran baru 2025/2026. Menurutnya, penghapusan jurusan yang dilakukan rezim kementerian sebelumnya tidak relevan dengan keberlanjutan jenjang pendidikan.

Dia menjelaskan, kebijakan ini selaras dengan program Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai pengganti Ujian Nasional yang akan mewajibkan tes Bahasa Indonesia dan Matematika. Selain itu, kata dia, murid yang memilih jurusan IPA dan IPS akan dipersilahkan untuk memilih satu mata pelajaran dalam rumpun ilmu jurusan mereka untuk diujikan dalam TKA.

"Sehingga dengan cara seperti itu, maka kemampuan akademik seseorang akan menjadi landasan ketika akan melanjutkan ke perguruan tinggi ke jurusan tertentu itu bisa dilihat dari nilai kemampuan akademiknya," ucap Mendikdasmen saat diskusi dengan media, di Jakarta, pekan lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.