Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Khawatir Resesi, Saham di Asia Merosot dan Minyak Capai Titik Terendah dalam 4 Tahun

📅 Rabu, 09 Apr 2025, 11:36 WIB | Oleh:
Khawatir Resesi, Saham di Asia Merosot dan Minyak Capai Titik Terendah dalam 4 Tahun Doc: Istimewa
Ket. Perubahan berita utama tentang tarif dan momok perang dagang berkepanjangan antara dua ekonomi terbesar dunia memicu volatilitas tajam di pasar keuangan.

SYDNEY - Saham-saham di Asia pada hari Rabu (9/4), memperpanjang penurunan di Wall Street karena Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampaknya akan terus maju dengan kebijakan tarif impor sebesar 104 persen pada barang-barang Tiongkok, yang menghantam harga minyak ke posisi terendah dalam empat tahun karena kekhawatiran resesi global mencengkeram pasar keuangan.

Dari China Daily, dolar AS melemah terhadap mata uang safe haven tetapi yuan di luar negeri mencapai rekor terendah 7,4287 per dolar semalam. Kontrak berjangka dana Fed melonjak pada perdagangan Asia awal yang menyiratkan sekitar 115 basis poin pemotongan suku bunga tahun ini, dibandingkan dengan 92 basis poin pada Selasa pagi.

Semalam, Washington mengonfirmasi bea masuk 104 persen atas impor dari Tiongkok akan berlaku setelah tengah malam pada hari Rabu.

Perubahan berita utama tentang tarif dan momok perang dagang berkepanjangan antara dua ekonomi terbesar dunia memicu volatilitas tajam di pasar keuangan.

S&P 500 terjerumus dalam salah satu pembalikan terbesar setidaknya dalam 50 tahun terakhir, dengan indeks acuan kehilangan 4,2 poin persentase dari awal yang positif ke akhir yang negatif. Indeks tersebut telah kehilangan 5,8 triliun dolar AS dalam nilai pasar saham, kerugian empat hari terdalam sejak diciptakan pada tahun 1950-an.

Di awal sesi Asia, indeks berjangka S&P 500 turun 1,5 persen sementara indeks berjangka Nasdaq turun 1,7 persen. Penurunan juga terjadi di Eropa, dengan indeks berjangka EUROSTOXX 50 turun 4,5 persen, sementara indeks berjangka FTSE turun 2,5 persen.

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,7 persen.

"AS dan Tiongkok terjebak dalam permainan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mahal, dan tampaknya kedua belah pihak tidak mau mundur," kata Ting Lu, kepala ekonom Tiongkok di Nomura.

"Mengingat situasi yang luar biasa tidak menentu, mustahil untuk memperkirakan secara wajar dampak perang dagang AS-Tiongkok yang sedang berlangsung terhadap ekonomi Tiongkok."

Analis di JPMorgan meyakini peningkatan cepat tarif AS terhadap Tiongkok cukup mengganggu dan dapat mendorong ekonomi global ke dalam resesi.

Pasar saham lain di Asia juga merosot tajam. Nikkei Jepang anjlok 3,5 persen, setelah menguat 6 persen pada hari Rabu karena harapan bahwa Tokyo akan memperoleh kesepakatan dagang dengan AS. Saham Taiwan juga turun 1,7 persen meskipun pemerintah mengaktifkan dana stabilisasi senilai 15 miliar dolar As.

Di pasar obligasi pemerintah, imbal hasil obligasi jangka panjang melonjak sebagian karena investor menjual aset safe haven untuk menutupi kerugian di tempat lain. Namun, obligasi jangka pendek menguat karena investor memperkirakan pelonggaran lebih lanjut dari Federal Reserve.

Imbal hasil acuan 10 tahun naik 5 basis poin menjadi 4,335 persen, sehingga total kenaikan selama tiga hari terakhir mencapai 34 bps.

Imbal hasil dua tahun turun 6 bps menjadi 3,665 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Olahraga
Edin Dzeko Pensiun dari Tim...

Mayday, Ketika Pilot Amerika dan Mantan Agen KGB Terjebak Bersama

53 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Mayday, Ketika Pilot Amerik...
Olahraga
Iraola Puji Mentalitas Barc...
Daerah
Mahasiswa ITS Bikin Penyang...
Advertisement
Timnas Indonesia U-20 di Puncak Grup H Usai Bantai Laos 3-0

Timnas Indonesia U-20 di Puncak Grup H Usai Bantai Laos 3-0

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.