Gempa Flores, Konektivitas Pulih tetapi Ratusan Fasilitas Dasar Masih Rusak
📅 Jumat, 04 Sep 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan infrastruktur dasar pascagempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seluruh ruas jalan dan jembatan nasional yang terdampak telah kembali difungsikan, namun 651 gedung masih dalam penanganan.
Fokus berikutnya adalah memastikan fasilitas layanan dasar masyarakat segera pulih, termasuk penyediaan air bersih. Langkah ini penting agar pemulihan tidak berhenti pada konektivitas transportasi, tetapi juga menjamin kebutuhan dasar dan mempercepat aktivitas sosial-ekonomi warga terdampak.
Menteri PU Dody Hanggodo memastikan seluruh ruas jalan dan jembatan nasional yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah kembali difungsikan untuk menjaga mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi kebutuhan pokok.
Berdasarkan data per 30 Agustus 2026, terdapat 17 ruas jalan terdampak yang mencakup 88 titik longsor dan tiga patahan, serta 14 jembatan dan tiga duiker. Seluruhnya telah kembali fungsional.
“Penanganan selanjutnya diarahkan pada jalan provinsi dan kabupaten yang juga berfungsi sebagai jalur alternatif antarkabupaten,” ujar Dody usai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Jakarta, Rabu (2/9).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dampak gempa juga cukup besar pada bangunan pelayanan dasar. Kementerian PU mencatat 651 prasarana gedung terdampak, terdiri atas 112 prasarana pendidikan keagamaan, 300 prasarana ibadah, dan 238 prasarana kesehatan. Sebanyak 152 prasarana telah diverifikasi untuk menentukan tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan.
“Selain itu, 17 gedung pemerintahan dan satu gedung militer terdampak dan masih dalam proses verifikasi,” ungkapnya.
Infrastruktur SDA
Pada sektor air minum, terdapat 81 SPAM yang sedang diverifikasi, dengan satu SPAM telah ditangani. Dua instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) dan satu tempat pemrosesan akhir (TPA) juga terdampak dan dalam proses verifikasi. Untuk infrastruktur sumber daya air (SDA), Kementerian PU memverifikasi fungsi dua bendung, satu bendungan, 15 daerah irigasi, 14 sumur air baku, tiga embung, empat pengaman pantai, dan dua sungai.
“Di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Kementerian PU telah membuka kembali jalan yang sebelumnya tertutup akibat 13 titik longsoran dan berencana melakukan preservasi jalan dengan lebar 6–7 meter sesuai kondisi topografi,” jelas Menteri PU.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!