Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendukbangga Sebut Penyuluh KB Penentu Keberhasilan Program Kementerian

📅 Selasa, 25 Mar 2025, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mendukbangga Sebut Penyuluh KB Penentu Keberhasilan Program Kementerian Doc: Antara
Ket. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Wihaji.

Jakarta - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menyebut bahwa Penyuluh KB merupakan penentu keberhasilan program kependudukan, sehingga pandangan mereka dalam dukungan terhadap program pemerintah perlu disatukan.

"Sebanyak 18.168 orang Penyuluh KB dan PLKB itulah yang sering saya sebut sebagai penentu masa depan Kemendukbangga/BKKBN yang nanti akan menjalankan kinerja dan program dari Kementerian," ujar Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Wihaji.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa, dia menyebutkan bahwa IPeKB adalah organisasi yang dibentuk oleh para Penyuluh KB serta petugas, sehingga diharapkan memiliki satu semangat untuk mendukung program negara, khususnya program Kementerian.

Menurutnya, pandangan dan cara berfikir tentang organisasi mesti disamakan, satu persepsi dan nantinya satu perspektif.

Dia menilai, peran IPeKB Indonesia dalam mendukung quick win Kemendukbangga/BKKBN, mestinya sesuai dengan Visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional cita ke-4 dan ke-6 tentang pembangunan sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan.

Dia juga menyoroti pentingnya basis data dalam pengendalian penduduk dan membangun keluarga, agar lebih terukur dan hasilnya jelas serta bermakna.

Berdasarkan pemutakhiran Pendataan Keluarga 2024, katanya, sebanyak 75.653.359 keluarga telah terdata.

Ketua DPP IPeKB Indonesia Anita Latifah mengatakan, pihaknya akan bekerja sama mendukung program-program Kemendukbangga karena itu adalah bagian dari kemaslahatan umat dan masyarakat.

Dia menyebutkan, tujuan diselenggarakannya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IPeKB (Ikatan Penyuluh Keluarg Berencana) Tahun 2025 adalah optimalisasi program quick win Kemendukbangga/BKKBN dan percepatan penurunan stunting, serta penyusunan program kerja IPeKB Indonesia 2025 yang akan diikuti oleh semua pengurus dan anggota baik di pusat, daerah, maupun cabang.

Raker itu, katanya, juga untuk meningkatkan semangat untuk berkolaborasi antarpengurus di setiap tingkatan wilayah.

"Artinya, setiap tingkatan wilayah memiliki semangat yang sama, sinergi, kolaborasi, atas arahan pimpinan Kemendukbangga/BKKBN," ujarnya.*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemenperin Dorong Gen Z Kembangkan Industri Batik

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.