Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemberontak Houthi Kembali Serang Kapal Perang AS

📅 Rabu, 19 Mar 2025, 02:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemberontak Houthi Kembali Serang Kapal Perang AS Doc: AFP/US NAVY/Michael Gomez
Ket. Kapal induk AL Amerika Serikat, USS Harry S Truman, Saat sedang transit di Selat Gibraltar pada 25 November lalu. Pada Selasa (18/3), pemberontak Houthi Yaman mengklaim bahwa mereka telah melancarkan serangan ke-3 terhadap kelompok armada kapal induk AS.

SANAA – Kelompok pemberontak Houthi Yaman pada Selasa (18/3) mengklaim telah melancarkan serangan ketiga mereka terhadap kapal perang Amerika dalam 48 jam. Kelompok Houthi telah menargetkan kapal-kapal di Laut Merah setelah dimulainya perang Gaza hingga gencatan senjata pada Januari, dengan alasan solidaritas bagi warga ­Palestina.

Namun pekan lalu mereka mengancam akan memperbarui serangan terhadap pengiriman barang Israel karena blokade bantuan Israel terhadap wilayah Palestina, yang memicu reaksi keras dan pembalasan dari Amerika Serikat (AS).

Kelompok Houthi mengatakan di Telegram bahwa mereka telah menargetkan kelompok armada kapal induk USS Harry S Truman dengan misil dan pesawat nirawak, menjadikan serangan itu sebagai serangan ketiga dalam 48 jam terakhir di Laut Merah utara.

Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan bahwa Houthi terus menyebarkan kebohongan dan disinformasi, seraya menambahkan bahwa kelompok yang didukung Iran tersebut terkenal dengan klaim palsu yang meremehkan hasil serangan AS sambil membesar-besarkan keberhasilan serangan mereka.

Letnan Jenderal Angkatan Udara AS, Alexus Grynkewich, sebelumnya mengatakan kepada wartawan bahwa sulit untuk mengkonfirmasi” serangan yang diklaim oleh Houthi, karena serangan pemberontak meleset dari target mereka lebih dari 160 kilometer.

Sementara itu media Houthi mengatakan serangan terbaru AS menghantam wilayah Hodeida dan Al-Salif pada 17 Maret dan ibu kota Sanaa pada 18 Maret setelah puluhan ribu orang berunjuk rasa, meneriakkan “Matilah Amerika, matilah Israel!” di Sanaa.

Protes itu terjadi setelah Washington DC melancarkan kampanye serangan udara baru terhadap Yaman yang dimulai pada 15 Maret, yang bertujuan untuk menekan Houthi agar mengakhiri serangan mereka terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah.

Serangan AS pada tanggal 15 Maret menewaskan 53 orang dan melukai 98 orang, menurut Kementerian Kesehatan Yaman yang dipimpin Houthi.

Washington DC telah berjanji untuk terus menyerang Yaman sampai Houthi berhenti menyerang kapal-kapal dagang, dan Presiden AS, Donald Trump, telah memperingatkan bahwa ia akan meminta pertanggungjawaban Iran atas serangan lebih lanjut yang dilakukan oleh kelompok yang didukung Teheran tersebut.

“Setiap tembakan yang dilepaskan oleh Houthi akan dianggap, mulai saat ini, sebagai tembakan yang dilepaskan dari senjata dan pimpinan Iran, dan Iran akan dimintai pertanggungjawaban,” tulis Trump di media sosial.

Menanggapi hal itu, Iran menyebut pernyataan Trump tersebut sebagai pernyataan yang agresif.

Sementara itu dalam sebuah sesi wawancara yang disiarkan Fox News, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan bahwa Houthi tidak ada apa-apanya tanpa Iran.

“Tanpa Iran, tidak ada ancaman Houthi sebesar ini,” kata dia. “Mereka menciptakan monster Frankenstein ini, dan kini mereka bisa memilikinya,” ucap Menlu AS itu.

Rute Memutar

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.