Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian Lingkungan Hidup Bantu Pantau Kualitas Udara di Kota Bogor

📅 Senin, 07 Sep 2026, 11:27 WIB | Oleh:
Kementerian Lingkungan Hidup Bantu Pantau Kualitas Udara di Kota Bogor Doc: kotabogor.go.id

BOGOR - Kementerian Lingkungan Hidup akan membantu melakukan pemantauan kualitas udara di Kota Bogor menggunakan AQMS (Air Quality Monitoring System) atau yang lebih dikenal dengan Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU).

Rencananya pada Senin (7/9) siang, peralatan SPKU akan datang ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor dan langsung melakukan pemantauan penuh waktu.

“Jadi itu adalah sebuah alat yang akan mengukur tingkat kualitas udara di Kota Bogor. Besok siang kita akan dipinjamkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, sehingga sore semoga ada hasil,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, di Balai Kota Bogor, Minggu (6/9) malam.

Dari skoring sementara di angka 83 (tingkat kualitas udara sedang), Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin berharap hasil SPKU nanti bisa menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik, sehingga aktivitas kembali normal.

Nilai atau skor yang dihasilkan juga akan menentukan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang akan diberlakukan selama dua hari. Namun, jika hasil pemantauan kualitas udara masih belum membaik, PJJ kemungkinan akan diperpanjang.

“Setelah dua hari kita akan evaluasi kembali. Dari mana dasar evaluasi? Dari kualitas udara yang kita ukur. Bisa diperpanjang, atau bisa justru cukup dua hari melihat kondisi cuaca. Mudah-mudahan upaya-upaya kita ini tepat sasaran tentunya. Demi menjaga warga Bogor agar tetap sehat,” ucap Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin.

Wakil Wali Kota Bogor juga menegaskan bakwa Pemerintah Kota Bogor juga akan terus memperbarui informasi terkait pengukuran kualitas udara tersebut.

Hal itu dilakukan agar masyarakat tidak bertanya-tanya dan berspekulasi tentang kualitas udara di Kota Bogor.

“Dan hari ini saya sampaikan kondisinya adalah sedang atau biru, boleh beraktivitas tapi dibatasi,” ucap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.