AS Lancarkan Serangan Militer ke Houthi Yaman, Trump Peringatkan Iran
📅 Minggu, 16 Mar 2025, 15:50 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: TV Al-Masirah
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluncurkan serangan militer skala besar terhadap kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran.
Serangan ini dilakukan sebagai respons terhadap serangan kelompok tersebut terhadap pengiriman barang di Laut Merah, yang telah mengganggu jalur perdagangan global selama beberapa bulan terakhir.
Setidaknya 24 orang dilaporkan tewas dalam serangan yang menandai awal dari kampanye militer yang diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Serangan ini merupakan operasi militer terbesar yang dilakukan AS di Timur Tengah sejak Trump menjabat sebagai presiden pada Januari.
Trump juga mengeluarkan peringatan keras kepada Iran agar segera menghentikan dukungannya terhadap Houthi. Ia menegaskan bahwa jika Iran mengancam AS, maka negara itu akan diminta bertanggung jawab penuh dan AS tidak akan bersikap lunak dalam menanggapi ancaman tersebut.
"Kepada semua teroris Houthi, WAKTU KALIAN HABIS, DAN SERANGAN KALIAN HARUS DIHENTIKAN, MULAI HARI INI. JIKA TIDAK, NERAKA AKAN MENGHUJAN KALIAN DENGAN CARA YANG BELUM PERNAH KALIAN LIHAT SEBELUMNYA!" tulis Trump di platform media sosialnya, Truth Social.
Sebaiknya Anda baca juga:
Serangan AS di ibu kota Yaman, Sanaa, dilaporkan menyebabkan sedikitnya 13 warga sipil tewas dan sembilan lainnya terluka. Sementara itu, di provinsi Saada, serangan AS menewaskan 11 orang, termasuk empat anak-anak dan seorang wanita, serta melukai 14 orang lainnya.
Biro politik Houthi menyebut serangan ini sebagai tindakan kejahatan perang dan menegaskan bahwa kelompok mereka siap untuk merespons eskalasi dengan eskalasi.
Warga di Sanaa menggambarkan ledakan akibat serangan itu sangat dahsyat, hingga mengguncang lingkungan seperti gempa bumi dan membuat warga ketakutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pentagon melaporkan bahwa Houthi telah menyerang kapal perang AS sebanyak 174 kali serta kapal komersial sebanyak 145 kali sejak 2023. Houthi mengklaim serangan tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina atas konflik antara Israel dan Hamas di Gaza.
Serangan militer ini dilakukan pesawat tempur dari kapal induk USS Harry S. Truman yang berada di Laut Merah. Komando Pusat Militer AS menegaskan serangan ini merupakan awal dari operasi skala besar yang bertujuan untuk memulihkan kebebasan navigasi di perairan internasional.
"Serangan Houthi terhadap kapal & pesawat Amerika (dan pasukan kita!) tidak akan ditoleransi; dan Iran, dermawan mereka, sudah diberi tahu," tulis Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di platform X.
Trump menegaskan, AS akan menggunakan kekuatan militer besar hingga mencapai tujuannya. Menurutnya, serangan terhadap kapal AS tidak bisa dibiarkan dan harus direspons dengan kekuatan mematikan yang luar biasa.
Iran mengecam tindakan AS dan menyatakan bahwa Washington tidak memiliki wewenang untuk mendikte kebijakan luar negeri Teheran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi meminta AS untuk mengakhiri dukungannya terhadap Israel serta menghentikan pembunuhan terhadap warga Yaman.
Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Trump mengirim surat kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang berisi permintaan untuk memulai perundingan mengenai program nuklir Iran. Namun, Khamenei menolak tawaran perundingan tersebut, menunjukkan sikap keras Iran terhadap tekanan AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!