Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Benahi Daya Beli Kelas Menengah untuk Cegah PHK Masif

📅 Selasa, 11 Mar 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Benahi Daya Beli Kelas Menengah untuk Cegah PHK Masif Doc: antara
Ket. Eko Listiyanto Ekonom Indef - Kalau tidak ada yang beli pasti mereka (industrired) mengurangi karyawan karena produksi berkurang, ketika produksi berkurang maka secara otomatis tenaga kerja juga dikurangi.

JAKARTA - Daya beli kelas menengah harus dibenahi dan ditingkatkan sebagai salah satu solusi untuk mencegah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang kian masif di sektor industri khususnya manufaktur.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto di Jakarta, Senin (10/3) mengatakan perlunya membenahi daya beli kelas menengah karena produk-produk industri manufaktur paling banyak dikonsumsi kelas menengah.

“Saat ini, masyarakat kelas menengah paling banyak tertekan mengingat situasi ekonomi yang kurang bagus,” kata Eko kepada Antara di Jakarta.

Tanda-tanda pelambatan ekonomi jelasnya sedang terjadi di mana daya beli masyarakat terutama kelas menengah yang sedang melemah, deflasi, ditambah lagi situasi ekonomi dan perdagangan global sekarang dalam kondisi perang dagang setelah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).

Situasi kurang menguntungkan tersebut membuat para pelaku industri melakukan PHK karena permintaan atau demand dari pasar rendah yang dipicu oleh kelas menengah yang menahan pembelian.

“Kalau tidak ada yang beli pasti mereka (industri-red) mengurangi karyawan karena produksi berkurang, ketika produksi berkurang maka secara otomatis tenaga kerja juga dikurangi. Ketika pengurangan jam kerja karyawan tidak lagi efektif dalam kondisi produksi yang berkurang, lama-lama perusahaan kemudian memutuskan PHK,” kata Eko.

Selain memperbaiki daya beli masyarakat kelas menengah, dia juga menyarankan Pemerintah memperkuat kebijakan di sektor industri terutama manufaktur harus lebih jelas. Hal itu dalam rangka membantu pelaku industri yang saat ini menghadapi penurunan daya beli masyarakat kelas menengah dan situasi ekonomi global yang kurang menguntungkan.

“Kebutuhan dari investor, khususnya yang memiliki pabrik saat ini adalah solusi jangka pendek, dikarenakan mereka harus segera memperbaiki neraca keuangan mereka melalui perbaikan dan upaya peningkatan penjualan produknya,” kata Eko.

Dalam waktu yang berbeda, pengamat kebijakan publik dari Fitra, Badiul Hadi mengatakan, beberapa langkah strategis yang bisa diambil pemerintah adalah mempercepat penyaluran stimulus ekonomi yaitu bansos dan subsidi bagi kelompok rentan, agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Stabiliasi harga kebutuhan pokok perlu terlebih saat inflasi tinggi yang dapat menekan daya beli masyarakat. Pemerintah juga harus memastikan distribusi pangan lancar, memperkuat cadangan beras, dan melakukan intervensi harga (operasi pasar) termasuk menindak tegas para mafia bahan pokok,” kata Badiul.

Selanjutanya, Pemerintah harus meningkatkan kuantitas dan kualitas program padat karya, sebagai solusi jangka pendek untuk menyerap tenaga kerja yang terdampak PHK terutama di sektor infrastruktur, manufaktur, pertanian dan kelautan.

Dalam jangka menengah panjang, Pemerintahharus mendorong investasi berkelanjutan dan inklusif dengan mempercepat realisasi investasi terutama di sektor manufaktur, pertanian dan ekonomi hijau yang bisa menyerap banyak tenaga kerja. Intervensi juga diperlukan terutama dalam mengupayakan kemudahan perizinan dan insentif bagi investor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Malaysia Angkat Isu Kabut A...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.