Pemkab Bantul Siapkan Rp2,3 Miliar APBD 2026 untuk Perbaikan Infrastruktur Rusak
📅 Rabu, 07 Jan 2026, 12:53 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan membenahi sejumlah infrastruktur yang rusak dampak cuaca ekstrem akhir Desember 2025, dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2026 sebesar Rp2,3 miliar.
Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Mujahid Amirudin di Bantul, Rabu, mengaku sudah menggelar rapat lintas organisasi perangkat daerah (OPD) guna membahas penanganan infrastruktur jalan, jembatan dan talud, tebing yang rusak akibat cuaca ekstrem pada 26 dan 27 Desember 2025.
"Hasil rapat, kita membuat notulensi, kajian dan permohonan untuk kita lakukan pembenahan. Kalau dalam rapat pembahasan itu anggaran yang kita ajukan sekitar Rp2,3 miliar dari APBD 2026, untuk kebutuhan perbaikan di beberapa titik," katanya.
Menurut dia, rencana anggaran tersebut dipergunakan untuk melakukan pembenahan dan rehabilitasi infrastruktur yang rusak di 11 titik, di antaranya di Kelurahan Selopamioro Imogiri tiga titik, yaitu jalan longsor di Lemah Rubuh, talud di Jalan Siluk dan jalan longsor di Kedung Jati.
Kemudian, jembatan ambrol di Donotirto Kretek, talud ambrol di Srigading Sanden, jalan ambles di Sompok Sriharjo, Imogiri. Kemudian, ada satu titik yang diajukan untuk pembenahan kerusakan fasilitas di Srimartani Piyungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini baru proses pembahasan di pemerintah daerah, namun hitungan teknis dari kami dan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) sudah kita hitung kebutuhannya, dan ini proses pembahasan di pemda untuk persetujuannya," katanya.
Meski demikian, kata dia, kapan waktu pelaksanaan pembenahan infrastruktur rusak tersebut, pihaknya belum dapat memastikan, karena menunggu kesepakatan dan persetujuan akhir dari hasil rapat yang masih akan dilakukan BPBD bersama tim.
"Harapannya pembahasan segera final, karena sudah dikaji pemerintah daerah, nanti kalau sudah clear teman-teman DPUPKP akan melaksanakan kegiatan ini (pembenahan), saat ini sudah pembahasan teknis, kalau sudah ada kesepakatan segera ditangani," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pihaknya selaku instansi yang berwenang dalam kebencanaan juga terus mengawal proses penanganan dampak cuaca ekstrem tersebut agar pekerjaan secepatnya dilakukan mengingat infrastruktur jalan, jembatan, talud yang rusak itu merupakan sarana penting bagi masyarakat.
"Seperti tahap pertama, pemda sigap merespons dengan langsung melakukan rehabilitasi, seperti jalan ambles di Srikeminut, Sriharjo. Kalau ini kami masih menunggu kajian teknis, harapannya dalam minggu ini bisa ada persetujuan," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!