Starmer Posisikan Inggris Jadi Mediator Eropa-AS
📅 Rabu, 05 Mar 2025, 02:59 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP/Toby Melville
LONDON – Keir Starmer memiliki sedikit pengalaman kebijakan luar negeri sebelum menjadi perdana menteri Inggris. Tetapi saat ini ia menikmati momen sebagai negarawan internasional karena bisa mempelopori upaya untuk menjembatani perbedaan antara Eropa dan Amerika Serikat (AS) terkait perang Russia di Ukraina.
Ketika Inggris melangkah untuk memainkan peran kepemimpinan pasca-Brexit, perdana menteri dari Partai Buruh ini telah dipuji secara luas karena penanganannya yang cekatan terhadap situasi tersebut.
Selama pertemuan singkat, Starmer telah berjalan di atas tali antara Presiden AS, Donald Trump, dan pemimpin Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, serta menempatkan Inggris dengan kuat kembali dalam permainan diplomasi internasional, kata para analis.
Pada Minggu (2/3), Starmer, 62 tahun, menjadi tuan rumah pertemuan puncak para pemimpin Eropa di London, mengungkapkan bahwa mereka sedang menyusun rencana empat poin untuk mengamankan perdamaian berkelanjutan di Ukraina, termasuk melalui koalisi yang bersedia yang siap melindungi gencatan senjata apapun.
Starmer mengumpulkan 18 pemimpin dari Eropa, Kanada dan Turki, yang memberikan sambutan hangat kepada Zelenskyy setelah sebelumnya bertemu dengan Trump dan Wakil Presiden AS, JD Vance, di Oval Office, pada Jumat (28/2).
Sebaiknya Anda baca juga:
Empat langkah yang diumumkan perdana menteri setelah itu bisa dibilang itikad paling konkret untuk Ukraina, namun ditulis sejak Trump mengejutkan sekutu AS bulan lalu dengan membuka pembicaraan sepihak dengan Russia untuk mengakhiri perang tiga tahun.
Tak lama kemudian Starmer bertindak sebagai mediator antara Trump dan Zelenskyy, yang dengan hangat merangkul pemimpin Ukraina di Downing Street pada Sabtu (1/3) dan dua kali berbicara dengan Trump melalui sambungan telepon selama akhir pekan.
"Reaksi (saya) adalah kita harus menjembatani ini. Kita harus menemukan cara agar kita semua bisa bekerja bersama. Karena pada akhirnya, kami mengalami tiga tahun konflik berdarah. Sekarang kita perlu mencapai perdamaian abadi itu," kata Starmer kepada kantor berita BBC.
Sebaiknya Anda baca juga:
Isyarat Trump
Namun Trump kembali mengecam Zelenskyy pada Senin (3/3) dan membidik pembicaraan London dengan mengatakan di jejaring Truth Social bahwa para pemimpin yang berkumpul dinyatakan bahwa mereka tidak dapat melakukan tugasnya tanpa keikutsertaan AS.
Trump juga bahwa ia tidak akan mentolerir sikap Zelenskyy lebih lama lagi mengenai perang dengan Russia, sementara pemimpin Ukraina itu membalas bahwa ia ingin mengakhirinya secepat mungkin.
“Amerika tidak akan mentolerir hal ini lebih lama lagi,” kata Trump di media sosial.
Komentar itu muncul setelah Presiden Ukraina menuduh Russia tidak serius dalam mewujudkan perdamaian. Zelenskyy pun memperingatkan bahwa jaminan keamanan yang ketat adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik.
Namun serangan Trump terhadap Zelenskyy telah menjungkirbalikkan dukungan AS terhadap Ukraina, dan sekutu Washington secara lebih luas, dan memicu kekhawatiran tentang AS yang berpaling ke Russia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!