Amerika Serikat dan Inggris Sepakat Kerja Sama untuk Perdamaian Ukraina
📅 Sabtu, 01 Mar 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP/SAUL LOEB
Washington - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Kamis (27/2) mengatakan bahwa dirinya dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sepakat untuk bekerja sama mencapai perdamaian yang "kuat dan adil" di Ukraina.
"Hari ini kami membahas rencana untuk mencapai perdamaian yang kuat dan adil... Dalam hal ini saya bersama pemimpin Eropa lainnya terus bekerja sama, dan saya yakin bahwa Inggris siap mengerahkan pasukan dan pesawat tempur untuk mendukung kesepakatan, bekerja sama dengan para sekutu kami, sebab itulah satu-satunya cara agar perdamaian langgeng," kata PM Starmer saat konferensi pers gabungan dengan Trump di Gedung Putih.
Seperti dikutip dari Antara, Trump sebelumnya bertanya kepada Starmer tentang apakah Inggris dapat "menghadapi Russia" tanpa bantuan.
"Jika orang Inggris berada di Ukraina dan mereka diserang? Anda tahu, saya selalu beranggapan bahwa orang Inggris tidak membutuhkan banyak bantuan. Mereka bisa menjaga dirinya sendiri dengan sangat baik," kata Trump kepada media sebelum mengadakan pertemuan tertutup dengan PM Inggris tersebut.
Trump menambahkan bahwa jika Inggris membutuhkan bantuan, dirinya akan selalu bersama Inggris.
Sebaiknya Anda baca juga:
Starmer setuju dengan apa yang dikatakan Trump, mengaku bahwa ia bangga dengan negaranya dan juga memuji hubungan Inggris-AS sebagai "aliansi terbesar yang pernah ada di dunia." Lagi-lagi ia menegaskan bahwa kedua negara "selalu saling mendukung."
"Bisakah kalian (Inggris) menghadapi Russia sendirian," tanya Trump kepada PM, yang direspons dengan mengatakan, "Benar..." seraya menggelengkan kepala dan tersenyum.
Saat konferensi pers Starmer mengatakan bahwa Inggris ingin menjadi bagian dari upaya perdamaian AS di Ukraina sekaligus memastikan bahwa tidak ada yang melanggar begitu dicapai kesepakatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan adanya kesepakatan ini, AS dan Inggris menunjukkan solidaritas mereka terhadap Ukraina serta menegaskan kembali peran mereka dalam menjaga perdamaian dan keamanan global.
Pertemuan Trump dan Starmer berlangsung di saat AS sedang bersiap mencapai kesepakatan penting dengan Ukraina yang dapat membuka jalan untuk menghentikan peperangan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy diperkirakan tiba di Washington pada Jumat untuk menandatangani apa menurut Trump sebagai kesepakatan "yang sangat besar" di antaranya tentang logam tanah jarang (LTJ).
Saling Bela
Pada pertemuan tersebut, Trump menekankan bahwa dirinya mendukung NATO termasuk klausul Pasal V NATO yang mewajibkan anggota aliansi saling membela satu sama lain jika terjadi serangan.
"Saya mendukungnya. Saya tidak berpikir kita akan memiliki alasan untuk itu, saya pikir kita akan memiliki perdamaian yang sangat sukses dan saya pikir itu akan menjadi perdamaian yang tahan lama," ujar dia.
Menanggapi itu, Starmer menyinggung soal Russia. Dia meminta kepada Trump untuk memastikan kesepakatan damai apa pun yang dibuat kelak tak boleh menguntungkan Russia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!