Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Negara Kaya dan Negara Berkembang Akhirnya Sepakati Rencana Pendanaan Alam

📅 Jumat, 28 Feb 2025, 09:25 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ousseynou Kasse dari Senegal, berbicara atas nama Kelompok Afrika, juga memberikan dukungannya terhadap kerja sama global. 

"Kami percaya bahwa inilah jalan yang dapat menyelamatkan dunia, dan kami harus terus menempuh jalan ini," katanya. 

Negara harus "bertanggung jawab kepada anak-anak kita, kepada generasi mendatang", tambahnya, seraya mengatakan bahwa ia tengah memikirkan apa yang akan ia katakan kepada putranya sendiri saat ia kembali ke rumah. 

"Saya akan memberinya kabar baik bahwa kita telah mencapai kompromi, kita telah mencapai kesepakatan."

Kegagalan menyelesaikan kesepakatan di Cali adalah hasil pertama dari serangkaian hasil mengecewakan pada pertemuan puncak lingkungan hidup tahun lalu. 

Kesepakatan pendanaan iklim pada COP29 di Azerbaijan pada bulan November dikecam oleh negara-negara berkembang, sementara negosiasi terpisah tentang penggurunan dan polusi plastik terhenti pada bulan Desember.

Muhamad, yang telah mengundurkan diri sebagai menteri lingkungan hidup Kolombia tetapi tetap menjabat hingga setelah konferensi Roma, diberi tepuk tangan meriah saat pembicaraan berakhir pada dini hari Jumat.

Tonggak Penting

Negara-negara telah menyepakati tujuan untuk menyalurkan 200 miliar dollar AS per tahun dalam bentuk pembiayaan untuk alam pada tahun 2030, termasuk 30 miliar dollar AS per tahun dari negara-negara kaya ke negara-negara miskin.

Totalnya untuk tahun 2022 adalah sekitar 15 miliar dollar AS, menurut OECD.

Perdebatan utama di Cali dan kemudian di Roma adalah mengenai seruan negara-negara berkembang untuk pembentukan dana keanekaragaman hayati tertentu, yang mendapat penolakan dari Uni Eropa dan negara-negara kaya lainnya, yang menentang berbagai dana tersebut.  

Perundingan tertutup yang intens berdasarkan teks "upaya kompromi" yang diajukan Brazil atas nama blok negara BRICS yang mencakup Russia, Tiongkok, dan India.

Kesepakatan yang dicapai di Roma menyerahkan kepada COP 2028 untuk memutuskan apakah akan mendirikan dana baru yang spesifik di bawah proses keanekaragaman hayati PBB, atau menunjuk dana yang sudah ada yang berpotensi direformasi untuk memainkan peran tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Nasional
IPW Dorong Kapolri Perkuat ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Rupiah Masih Rentan - 14 Oktober 2026
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.