Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Negara Kaya dan Negara Berkembang Akhirnya Sepakati Rencana Pendanaan Alam

📅 Jumat, 28 Feb 2025, 09:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Negara Kaya dan Negara Berkembang Akhirnya Sepakati Rencana Pendanaan Alam Doc: AFP
Ket. Delegasi negara-negara pada konferensi keanekaragaman hayati COP16 di markas besar Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) di Roma.

ROMA - Negara-negara bersorak menyambut kesepakatan terakhir untuk memetakan pendanaan guna melindungi alam, Kamis (27/2), memecahkan kebuntuan pembicaraan PBB yang dipandang sebagai ujian bagi kerja sama internasional dalam menghadapi ketegangan geopolitik.

Negara-negara kaya dan negara-negara berkembang mencapai kompromi yang rumit dalam mengumpulkan dan menyalurkan miliaran dollar yang dibutuhkan untuk melindungi spesies, mengatasi perpecahan tajam yang telah menggagalkan pertemuan mereka sebelumnya di Cali, Kolombia, tahun lalu.

Para delegasi berdiri dan bertepuk tangan dalam pertemuan akhir yang penuh emosi yang menyaksikan keputusan-keputusan utama diadopsi pada menit-menit terakhir hari terakhir perundingan yang dimulai kembali di markas besar Organisasi Pangan dan Pertanian PBB di Roma. 

Presiden COP16 Susana Muhamad dari Kolombia memuji kenyataan bahwa negara-negara bekerja sama untuk mencapai terobosan, yang memungkinkan kemajuan "di dunia yang sangat terfragmentasi dan penuh konflik ini". 

"Ini adalah sesuatu yang sangat indah karena untuk melindungi kehidupanlah kita bersatu, dan tidak ada yang lebih tinggi dari itu," tambahnya. 

Keputusan itu muncul lebih dari dua tahun setelah kesepakatan penting untuk menghentikan kerusakan alam yang merajalela dekade ini dan melindungi ekosistem dan satwa liar yang diandalkan manusia untuk mendapatkan makanan, pengaturan iklim, dan kemakmuran ekonomi.

Para ilmuwan telah memperingatkan tindakan harus segera dilakukan.

Sejuta spesies terancam punah, sementara pertanian dan konsumsi yang tak berkelanjutan merusak hutan, menguras tanah, dan menyebarkan polusi plastik bahkan ke daerah paling terpencil di planet ini.

Harapan

Kesepakatan hari Kamis ini dipandang penting untuk memberi dorongan pada kesepakatan tahun 2022, di mana negara-negara sepakat untuk melindungi 30 persen daratan dan lautan dunia. 

Pembicaraan juga dilihat sebagai penentu kerja sama internasional. 

Pertemuan tersebut terjadi saat negara-negara menghadapi berbagai tantangan, mulai dari sengketa perdagangan dan kekhawatiran utang hingga pemotongan bantuan luar negeri, khususnya oleh Presiden baru AS Donald Trump. 

Washington, yang belum menandatangani Konvensi Keanekaragaman Hayati PBB, tidak mengirimkan perwakilan apa pun ke pertemuan tersebut.

"Upaya kami menunjukkan bahwa multilateralisme dapat menghadirkan harapan di saat ketidakpastian geopolitik," kata Steven Guilbeault, Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Kanada. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Nasional
IPW Dorong Kapolri Perkuat ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Rupiah Masih Rentan - 14 Oktober 2026
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.